Murtabak dan Nasi Briyani Sedap dari Kampong Glam

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 24 Jun 2019 10:35 WIB
Foto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda Foto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda
Singapura - Kampong Glam atau Kampung Gelam merupakan pusat warisan budaya Melayu. Daerah ini pada tahun 1822 Sir Stamford Raffles dinyatakan sebagai pusat komunitas Arab, Melayu dan Bugis.

Karena itu Kampong Glam dikenal sebagai pusat muslim di Singapura. Soal nama 'glam atau gelam', ada yang menyebut sebagai singkatan dari 'glamour' sesuai dengan ramainya daerah ini dengan berbagai toko dan kegiatan bisnis.

Murtabak dan Nasi Briyani Sedap dari Kampong GlamFoto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda

Tetapi ada yang menyebut nama itu berasal dari nam pohon Cajeput atau Gelam yang terdapat di seluruh Singapura dan ditanam sejak masa penjajahan Inggris.

Jika ingin menikmati makanan halal di Singapura, kawasan ini punya banyak pilihan. Salah satunya
restoran Singapore Zam Zam. Berlokasi di 697-699 North Bridge Rd, Singapore. Tepatnya di dekat Arab Street persis di seberang Masjid Sultan. Masjid pertama yang dibangun di Singapura dan kini menjadi ikon muslim di sana.

Baca juga: Yuk, Makan Enak di 7 Tempat Makan Halal Baru di Singapura Ini!

Murtabak dan Nasi Briyani Sedap dari Kampong GlamFoto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda

Singapore Zam Zam jadi salah satu restoran bersertifikat halal yang ada di Kampong Glam. Dikenal dengan murtabaknya yang enak, restoran ini sudah ada sejak tahun 1908.

"Menyajikan makanan tradisional. Restoran ini sudah diberi sertifikat halal oleh Majilis Ugama Islam Singapura (MUIS). Restoran ini sudah mengalami beberapa generasi dari orang tua sampai anak cucunya," tutur August, Tour Guide dari Singapore Tourism Board kepada detikFood.

Meskipun terlihat kecil, restoran berlantai 3 ini bisa dibilang selalu ramai. Menariknya, pengunjung bisa melihat secara langsung proses pembuatan murtabak di dapur bagian bawah.

Murtabak dan Nasi Briyani Sedap dari Kampong GlamFoto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda

Proses pembuatannya mirip dengan pembuatan martabak telur di Indonesia. Bulatan adonan ditekan, dipipihkan kemudian ditarik sambil diputar hingga menjadi lembaran yang tipis lebar.

Lembaran adonan kemudian diisi dengan cincangan daging dan irisan bawang bombay. Uniknya, di Zam Zam sebutir telur dioleskan langsung ke atas adonan dengan tangan dengan gerakan sangat cepat!

Dimasak langsung di atas wajan panas berisi sedikit minyak. Adonan tadi ditambah dengan olesan telur di atasnya dan cincangan daging.

Murtabak dan Nasi Briyani Sedap dari Kampong GlamFoto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda

Ada lima jenis daging yang bisa dipilih yaitu daging ayam, sapi, kambing, rusa dan ikan sarden.

Murtabak sapi dengan ukuran besar jadi pilihan kami 8 SGD (Rp 91.300). Adona kulitnya tipis tak terlalu renyah. Rasanya gurih dengan sensasi rasa daging sapi danvtelur. Makin enak dicampur dengan rempah-rempah India.

Untuk menyantap ada dua jenis saus kari. Saus kari berwarna kekuningan yang punya cita rasa rempah lebih ringan dan saus kari berwarna kecokelatan yang punya sensasi rempah lebih kuat dan tajam.

Restoran ini juga terkenal dengan nasi briyaninya. Kami mencicip tiga nasi briyani dengan paduan ayam, ikan dan kambing. Semuanya dibandrol dengan harga yang sama yaitu (SGD 6.50 atau Rp 74.100).

Murtabak dan Nasi Briyani Sedap dari Kampong GlamFoto: dok.detikFood/Lusiana Mustinda

Butiran nasi yang panjang berasal dari beras basmati. Nasi briyani dinikmati dengan irisan mentimun dan saus tomat. Warna nasinya agak kemerahan.

Kari ayamnya gurih dan pedas. Smenetara ikannya memiliki tekstur yang padat dengan rasa agak manis dan gurih. Kari daging kambingnya kecokelatan dengan aroma harum tajam rempah dan tekstur empuk.

Puas menikmati murtabak dan nasi briyani, Anda bisa menyegarkan tenggorokan dengan es teh tarik hingga es teh O' limau yang segar.

(dwa/odi)