Ribuan Porsi Bakmi Jawa Gratis Meriahkan HUT ke-188 Kabupaten Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikFood Sabtu, 22 Jun 2019 08:42 WIB
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Peringati HUT ke-188, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyajikan 5657 porsi bakmi Jawa godog gratis. Acara diikuti 47 pedagang bakmi Jawa dari Gunungkidul.

Kemarin (21/6) puluhan gerobak bakmi tampak Jawa memenuhi Jalan Satria, Kecamatan Wonosari, tepatnya di depan Rumah Dinas Bupati Kabupaten Gunungkidul. Selain itu, para pedagang bakmi yang merangkap sekaligus tukang masak sibuk meracik bahan-bahan untuk diolah menjadi bakmi Jawa godog.

Tak hanya 1 porsi, para pedagang itu langsung memasak bakmi Jawa godog 3 sampai 5 porsi sekaligus. Selesai memasak bakmi Jawa godog, mereka langsung menyajikan di atas sebuah meja yang berada di depan deretan gerobak tersebut.
Ribuan porsi bakmi Jawa godog disiapkan di atas meja. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Asisten II bidang ekonomi embangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunungkidul, Azman Latif mengatakan, bahwa puluhan pedagang tersebut berkumpul di Jalan Satria untuk memasak dan menyajikan 5.500 porsi bakmi Jawa godog kepada masyarakat. Kegiatan itu dalam rangka HUT ke-188 Kabupaten Gunungkidul.

"Kenapa bakmi Jawa? Karena bakmi Jawa adalah makanan khas Gunungkidul. Selain itu, kami ingin mengenalkan makanan bakmi Jawa ke generasi muda. Karena generasi muda saat ini lebih kenal makanan cepat saji daripada makanan khas daerah," ucapnya saat ditemui di Jalan Satria, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Jumat (21/6/2019).

Kesibukan pedagang bakmi memasak 120 porsi bakmi Jawa godog. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Dalam kegiatan tersebut Pemkab menggandeng Paguyuban Bakmi Jawa Manunggal Jaya yang merupakan wadah pedagang bakmi Jawa di Gunungkidul. Nantinya, para pedagang bakmi Jawa itu akan memasak secata bersamaan untuk mencapai target penyajian 5.500 porsi bakmi Jawa godog.

"Acara ini juga untuk mengenalkan para pedagang bakmi Jawa kepada masyarakat, harapannya masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan para pedagang dan mengetahui proses memasak bakmi Jawa," katanya.

Ketua Paguyuban Bakmi Jawa Manunggal Jaya, Pur Sukiran (69), mengatakan untuk memenuhi target 5.500 porsi bakmi Jawa godog, ia melibatkan 47 pedagang bakmi Jawa. Para pedagang tersebut berasal dari Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.

"Targetnya kan 5.500 porsi, jadi ada 47 peserta (pedagang bakmi Jawa) yang dilibatkan. Nantinya, setiap peserta ditarget membuat 120 porsi bakmi godog dalam waktu 2 jam," ujarnya di sela-sela memasak bakmi Jawa Godong di Jalan Satria, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (21/6/2019).

"Kalau pesertanya sendiri semua dari Desa Piyaman yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang bakmi Jawa di Wonosari," imbuh Pur.

Pria yang sudah berjualan bakmi Jawa sejak tahun 1967 ini melanjutkan, untuk membuat 120 porsi bakmi godog sendiri memakan biaya Rp 1,5 juta. Pur mengaku, biaya tersebut berasal dari penyelenggara acara tersebut.

"Jadi untuk membuat 120 porsi bakmi godog itu peserta memerlukan bahan dasar mie kuning 3 kilogram, bihun 3 kilogram, telur 8 kilogram dan ayam kampung 4 ekor," ucapnya.

Selain itu, Pur mengaku bahwa ia optimis target 5.500 porsi bakmi godog akan diselesaikan oleh 47 peserta. Mengingat mereka sudah ahli dalam membuat bakmi Jawa.

"Dan kalau ditotal, untuk membuat 5.500 porsi bakmi godog ini menghabiskan 141 kilogram mie kuning, 141 kilogram bihun, 376 butir telur dan 188 ekor ayam kampung," sambung Pur sembari mengolah bakmi godog.

Pur Sukiran, Ketua Paguyuban Bakmi Jawa Manunggal Jaya,ikut memasak bakmi Jawa godog. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom


Pur menuturkan, bahwa ia dan anggota Paguyubannya sangat mengapresiasi langkah Pemkab untuk mengusung bakmi Jawa sebagai menu yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Dengan acara ini, ia berharap kedepannya masyarakat lebih mengenal bakmi Jawa sebagai makanan khas dari Gunungkidul.

"Bakmi Jawa itu makanan khas Gunungkidul yang sangat terkenal dan enak, mungkin karena bakmi Jawa ayamnya pakai ayam kampung dan memasaknya bukan pakai kompor tapi anglo," katanya.

Pur juga mengakui, bahwa seiring dengan terkenalnya bakmi Jawa membuat banyak temannya berdagang bakmi Jawa hingga ke berbagai daerah, bahkan sampai luar pulau Jawa.

"Kalau yang jual bakmi Jawa banyak mas, bahkan sudah sampai mana-mana, di Jakarta ada, bahkan di Bengkulu juga ada. Sebagian besar yang jualan bakmi Jawa itu asli orang Piyaman, banyak yang jualan ke luar Jawa karena sudah terkenal dan mungkin sekalian untuk mengenalkan bakmi Jawa ke orang-orang," ujarnya.

Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Salah satu peserta sekaligus pedagang bakmi Jawa, Kismanto (53) mengatakan, bahwa ia berhasil memenuhi target 120 porsi dalam 2 jam memasak. Menurutnya, hal itu karena ia tidak memasak 1 porsi dalam sekali memasak, namun dalam jumlah banyak.

"Mengakalinya (120 porsi dalam 2 jam) itu satu kali masakan harus dapat 3-5 porsi dan itu dalam waktu 5 menit. Kalau bahan yang dibutuhkan untuk memasak 120 porsi ini 4 ekor ayam kampung, 7 kilogram telur, dan 6 kilogram mie lalu bumbu-bumbu seperti bawang putih, minyak dan daun bawang," katanya.

Bupati Kabupaten Gunungkidul, Badingah menyebut bahwa jumlah porsi yang disajikan dalam acara tersebut melebihi target yang ditentukan. Menurutnya, hal itu sangat menggembirakan, mengingat jumlah masyarakat yang bisa menikmati bakmi Jawa godog secara gratis bertambah.

"Alhamdulillah, setelah dihitung tadi jumlah bakmi godog yang disajikan melebihi target kami, yang tadinya ditarget 5.500 porsi ternyata malah menjadi 5.657 porsi," ucapnya, Jumat (21/6/2019) petang.

(odi/odi)