Kuliner Mudik dan Lebaran

Kerupuk Melarat dan Rambak Cirebon Jadi Oleh-oleh Favorit Pemudik Pantura

Sudirman Wamad - detikFood Minggu, 09 Jun 2019 15:27 WIB
Foto: Sudirman Wamad/detikcom Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Jakarta - Arus balik lebaran menjadi berkah tersendiri bagi penjual oleh-oleh di sepanjang jalur pantura Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Toko oleh-oleh selalu diserbu pemudik yang balik ke Jakarta. Aneka oleh-oleh yang paling diburu pemudik adalah kerupuk melarat dan rambak. Harganya bervariatif. Ada yang Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per bungkusnya.

Kerupuk melarat merupakan salah satu oleh-oleh khas Cirebon paling favorit. Kerupuk melarat dimasak tanpa menggunakan minyak goreng. Tetapi memakai pasir hitam panas. Sedangkan, kerupuk rambak merupakan kerupuk berbahan baku kulit sapi.

Kerupuk melarat dengan bentuk besar dengan warna merah, kuning, hijau dan putih jadi ciri khas Cirebon. Kerupuk kanji yang digoreng dengan pasir panas ini mengambang seperti digoreng minyak. Hanya saja rasanya lebih kesat dan ringan. Karena tanpa minyak maka dijuluki kerupuk melarat.


Kerupuk Melarat dan Rambak Cirebon Jadi Oleh-oleh Favorit Pemudik PanturaFoto: Sudirman Wamad/detikcom


Selain ke dua kerupuk itu, ada juga oleh-oleh lainnya yang diburu pemudik seperti sirup tjampolay, tapai, sambal terasi dan lainnya. Salah seorang pemudik asal Tegal, Aryanto (35) mengaku sengaja mampir di Cirebon terlebih dahulu untuk memborong oleh-oleh. Bahkan, Aryanto mengaku memborong oleh-oleh menjadi tradisinya setiap arus balik lebaran.

"Ya sudah biasa. Karena di Cirebon itu ramai dan aneh-aneh oleh-olehnya. Ini buat tetangga sama keluarga di Jakarta," kata Aryanto kepada detikcom di kawasan oleh-oleh Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jabar, Sabtu (8/9/2019).

Kerupuk Melarat dan Rambak Cirebon Jadi Oleh-oleh Favorit Pemudik PanturaFoto: Masnurdiansyah/detikcom

Sementara itu, pemudik lainnya, Lilis (30) mengatakan mudik terasa afdol kalau membawa oleh-oleh dari daerah yang dilintasi saat mudik lebaran. Lilis memborong kerupuk melarat dan rambak. Rencananya, oleh-oleh yang diborong Lilis itu bakal dibagikan ke keluarga dan tetangganya yang ada di Cikarang.

"Mau ke Cikarang. Iya ini buat mertua sama tetangga di sana. Tadi beli kerupuk melarat sama rambak. Rasanya gurih," kata Lilis.

Kerupuk Melarat dan Rambak Cirebon Jadi Oleh-oleh Favorit Pemudik PanturaFoto: Sudirman Wamad/detikcom

Sementara itu, H Bahrudin selaku pemilik toko oleh-oleh khas Cirebon mengaku selalu kebanjiran pengunjung saat musim libur lebaran. Bahrudin mengaku omzet penjualan oleh-oleh khas Cirebon bisa tembus hingga Rp 2 juta per harinya selama musim libur lebaran.

"Ya kerupuk-kerupuk ini (melarat dan rambak) paling diburu. Total omzetnya dari semua oleh-oleh sehari bisa Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Kalau di total selama liburan bisa Rp 10 jutaan," kata Bahrudin.

(odi/odi)