Menu Batavia Kuno dari Abad 20 Dihadirkan Kembali di Satoo

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Selasa, 19 Mar 2019 18:50 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Batavia yang dikenal sebagai kota pelabuhan pada abad 20 punya banyak kuliner unik. Beberapa dihadirkan kembali dalam santapan lezat di resoran ini.

Batavia yang kini bernama Jakarta sejak dulu dikenal sebagai kota pelabuhan. Beragam bangsa datang ke pelabuhan Sunda Kelapa di kota Jakarta untuk berdagang. Sambil berdagang merekapun bertukar makanan dan budaya.

Jejak persinggahan para pedagang yang saat itu berniaga dengan warga keturunan China di Batavia masih bisa dilacak. Ini karena beragam hidangan enak yang dibuat oleh warga China peranakan didokumentasikan dalam bentuk buku masak.
Buku masak 'Ilmoe Masakan Tionghoa' terbit tahun 1912 dan buku 'Boekoe Masakan Betawi' tahun 1915 masih tersimpan baik oleh Perpustakaan Tionghoa yang dikelola Azmi Abubakar. Resep-resep dalam buku ini mewakili ragam hidangan lezat yang dinikmati warga keturunan China saar itu di Batavia.

Hotel Shangri-la Jakarta bekerjasama dengan William W. Wongso, pakar kuliner Indonesia senior mencoba menghadirkan beberapa hidangan yang menarik dalam buku tersebut. Oleh Executive Chef dan tim kuliner kemudian disajikan dalam bentuk promosi 'Historical Batavian Delicacies'.
Menu Batavia Kuno dari Abad 20 Dihadirkan Kembali di SatooLoenphia Telor dengan Roedjak Salad. Foto: detikfood
Promosi ini digelar pada tanggal 19 Mare - 21 Maret di Satoo Garden yang berlokasi di lantai dasar Hotel Shangri-la Jakarta. Khusus di tanggal 18 Maret ditawarkan santap malam dalam bentuk set menu. Semua hidangan dibuat dari resep yang ada dalam kedua buku tersebut.

'Tidak mudah menafsirkan resep-resep dalam buku tersebut. Karena semuanya dituliskan tidak dalam takaran berat tetapi harga. Misalnya, daging seharga 4 sen. Kami berusaha mewujudkan sebisa mungkin bisa diterima oleh orang masa kini,' demikian jelas William W.Wongso, Senin (18/3) malam..

Sebagai pembuka disajikan Loenphia Telur dengan Roedjak Selada yang merupakan lumpia basah dengan saus asam pedas. Sup Telur Boeroeng, sup telur burung puyuh dan kacang polong serta ayam dan bawang.

'Saat itu orang belum kenal namanya burung puyuh. Sementara bumbu yang paling dominan adalah ebi atau udang kering,' jelas Pak William.
Menu Batavia Kuno dari Abad 20 Dihadirkan Kembali di SatooNasi anggi dan beragam jenis lauknya. Foto: detikfood
Selain pengaruh kuliner China berupa sajian sayuran dengan cara ditumis juga ada pengaruh Belanda atau Eropa. Seperti Smoor (semur), sate manis dan Perkedel Nyoenya yang berupa kentang lumat berbumbu pala yang tidak digoreng.

Sementara pengaruh kuliner lokal nampak pada Sajur Padamarah yang berupa sayur gurih dengan beragam sayuran dan Kole Masak Telor. Juga sambal Baboe, sambal rawit dengan campuran gandaria.
Menu Batavia Kuno dari Abad 20 Dihadirkan Kembali di SatooEs Poeter, kue lapis legit dan intbijtkoek sebagai pencuci mulut. Foto: detikfood
Kue-kue pencuci mulut juga tersedia dalam beragam pilihan. Lapis legit, lapis pepe, taman ebi, bolu pandan, ontbijtkoek, es poeter, kue ku ketan hingga kue semprong.

Selain set menu, mulai hari ini (19/3) pengunjung bisa menikmati menu Batavia kuno tersebut dalam bentuk buffet 'tempo doeloe'. Acara ini didukung juga oleh Komunitas Jalansutra dan ACMI (Aku Cinta Makanan Indonesia). Untuk reservasi dan infornasi bisa mengontak 021-2922 9999 .

(odi/odi)