Gurih Wangi Paduan Kopi dan Santan Khas Rammang-rammang Maros

Moehammad Bakrie - detikFood Kamis, 28 Feb 2019 19:24 WIB
Foto: dokdetikFood/Moehammad Bakrie Foto: dokdetikFood/Moehammad Bakrie
Maros - Bosan kopi susu kekinian? Di kawasan wisata Karst Rammang-Rammang, Maros, Sulawesi Selatan ada kopi unik. Namanya kopi santan atau coconut cofee.

Kopi santan ini, memadukan aroma wangi kopi khas Toraja dengan gurihnya santan kelapa segar yang dicampur dengan manisnya gula merah. Selain rasanya yang unik, cara pembuatannya pun sangat istimewa karena menggunakan saringan dari anyaman bambu yang disebut bamboo drip.

Gurih Wangi Paduan Kopi dan Santan Khas Rammang-rammang MarosFoto: dokdetikFood/Moehammad Bakrie

"Di kedai kami ini, sengaja kita suguhkan hal yang berbeda bagi para penikmat kopi. Bukan hanya soal rasa, tapi juga proses pembuatannya. Kita mau semua natural, makanya kita gunakan yang dari alam," kata pemilik kedai, Iwan Dento, Kamis (28/2/2019).

Inspirasi pembuatan kopi santan ini berawal saat pemilik kedai melihat potensi alam yang ada di sekitarnya. Jika selama ini, kopi hanya disajikan dengan susu krim, ia pun membuat eksperimen dengan paduan santan segar.

Ide kopi santan ini, juga muncul dari filosofi Bugis Makassar. Sajian ini melambangkan kelapa dan gula merah sebagai makna ucapan terima kasih kepada seseorang saat perpisahan. 'rampeka golla na kurampeko kaluku' artinya 'Kenang saya seperti gula, maka saya kenang anda seperti kelapa'.

Gurih Wangi Paduan Kopi dan Santan Khas Rammang-rammang MarosFoto: dokdetikFood/Moehammad Bakrie

"Ini juga sebagai upaya kita untuk mengembangkan produk lokal yang kami sebut produk berdaya pulih. Sesuatu yang ada di alam kita, harus kita manfaatkan sebaik-baiknya sebagai produk pembanding dari yang telah ada," lanjutnya.

Kopi santan yang dibandrol hanya Rp 10 ribu per gelas ini, dibuat dengan teknik khusus, agar santan kelapa bisa larut dan menyatu dalam air kopi. Untuk mendapatkan rasa kopi yang lebih alami, kopi diseduh ke dalam cangkir menggunakan saringananyaman bambu yang diyakini sebagai tanaman steril.

"Santannya kita panaskan dulu, agar bisa larut dengan kopi. Lalu kita kocok dengan gula merah sampai mengental seperti susu. Terus kita tuangkan ke dalam kopi yang sebelumnya disaring menggunakan bambu drip itu tadi," sebutnya.

Gurih Wangi Paduan Kopi dan Santan Khas Rammang-rammang MarosFoto: dokdetikFood/Moehammad Bakrie

Mulai dari bahan dan cara membuatnya, memang terdengar tidak lazim. Namun, soal rasa, kopi santan ini tidak kalah dengan kopi ala kafe. Bahkan, bagi para wisatawan, khususnya mancanegara yang berkunjung ke Rammang-rammang, mengaku takjub dengan aroma spesial kopi santan ini.

Gurih Wangi Paduan Kopi dan Santan Khas Rammang-rammang MarosFoto: dokdetikFood/Moehammad Bakrie

"Menurut saya kopi ini sangat nikmat karena tidak ada d itempat lain. Ini pengalaman pertama saya mencicipinya dan bahkan bisa ikut terlibat membuatnya. Saya sangat suka karena semuanya sangat alami," kata seorang wisatawan asal Polandia, Karolina Filipowska.

Selain kopi santan, di kedai kopi rumah kedua yang terletak di dermaga dua Rammang-rammang ini, juga menyuguhkan minuman unik lainnya. Seperti sirup buah nipa, teh bunga telang, dan teh serai. Selain rasa, minuman ini juga diyakini memiliki khasiat yang sangat baik bagi kesehatan.

Menyeruput kopi santan dan menu unik lainnya, pun akan semakin nikmat dengan sajian pemandangan khas yang ada di objek wisata karst terbesar ke dua di dunia ini. (dwa/odi)