7 Durian Khas Polewali Mandar Ditampilkan Dalam Tradisi Mappaende

Abdy Febriady - detikFood Rabu, 20 Feb 2019 10:50 WIB
Foto: Abdy Febriady/detikcom
Polewali - Tradisi Mappaende atau rasa syukur ini, digelar warga Desa Kurrak, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, pada Selasa siang(19/02/19).

Tradisi Mappaende ini ditandai dengan pelaksanaan pesta buah yang menampilkan aneka macam buah-buahan khas daerah ini. Seperti buah durian, langsat, rambutan, papaya dan sukun. Ada juga buah pana yang menyerupai buah rambutan namun berwarna hitam, lantaran berada di dalam tanah dan hanya dapat ditemukan di hutan.l
7 Durian Khas Polewali Mandar Ditampikan Dalam Tradisi MappaendeFoto: Abdy Febriady/detikcom

"Sebenarnya ini adalah budaya leluhur, jadi setiap tanaman yang dianggap berhasil kita paende, artinya bersyukur, karena semua buah-buahan hasilnya melimpah " ungkap tokoh masyarakat Desa Kurrak, Haji Saenal kepada wartawan.

Baca juga : Kelezatan Durian Potianak Bikin Lidah Bergoyang Ketagihan

Di tempat sama, Kepala Desa Kurrak, Haris S.Ag mengatakan, tradisi mappaende merupakan kegiatan yang rutin digelar warga di daerah ini setiap tahunnya, yang terlaksana berkat dukungan masyarakat dan tokoh agama di daerah ini.

Tujuan pesta buah yang dilaksanakan di Desa Kurrak, pertama merupakan agenda tahunan masyarakat Desa Kurra. Kedua merupakan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah, sehingga apa yang kita lihat sekarang ini, ke depan bisa melimpah lagi.
7 Durian Khas Polewali Mandar Ditampikan Dalam Tradisi MappaendeFoto: Abdy Febriady/detikcom

Haris juga memamerkan tujuh jenis buah durian khas daerah ini, diantaranya, 1. Durian Kappi dengan ciri kahas bijinya yang jarang dan kecil, 2. Durian Sauran yang berasal dari kampung penenun di daerah ini, 3. Durian Palappang yang banyak dijumpai di daerah tebing, 4. Durian Ko'dong yang rasanya mirip jagung, 5. Durian Pode yang berdaging tebal, 6. Durian Bulawan yang isinya berwarna kuning seperti emas, serta 7. Durian Mentega yang dagingnya lembut seperti mentega.

Sebelum Tradisi Mappaende dimulai, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat terlebih dahulu menggelar doa bersama. Mereka berharap agar ke depan tradisi ini dapat kembali dilangsungkan.

Setelah tradisi mappaende digelar, aneka macam buah-buahan khususnya buah durian yang dipamerkan dalam pesta buah ini, langsung dibagikan kepada warga dan tamu yang hadir untuk dinikmati bersama.
7 Durian Khas Polewali Mandar Ditampikan Dalam Tradisi MappaendeFoto: Abdy Febriady/detikcom

Berdasarkan pantauan detikcom, selama pesta buah ini berlangsung, warga , tamu undangan hingga para pejabat Kabupaten Polewali Mandar, nampak berlomba mendapatkan buah durian khas daerah.

Pihak panitia menyiapkan sedikitnya 2000 buah durian, untuk dinikmati dan dibawa pulang para tamu secara gratis, sebagai oleh-oleh khas daerah ini.

Pelaksanaan pesta buah ini juga dirangkaikan dengan peresmian gedung Kantor Desa Kurrak, yang dilakukan secara langsung oleh Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.

Dalam sambutannya, Andi Ibrahim berharap, agar keberadaan kantor desa ini, bisa menunjang kinerja kepala desa dan aparatnya dalam memberikan pelayanan kepada warga.
7 Durian Khas Polewali Mandar Ditampikan Dalam Tradisi MappaendeFoto: Abdy Febriady/detikcom

Baca juga : Pencinta Durian? 5 Tempat Ini Punya Durian Masak yang Enak

"Semoga dengan adanya kantor desa ini, bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, khususnya oleh aparat desa dalam melayani warganya," ungkap bupati yang akrab disapa AIM ini.

Tidak lupa, Andi Ibrahim juga mengapresiasi pelaksanaan pesta buah ini, yang diharapkan bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian warga.

"Harapannya ke depan pelaksanaan pesta buah ini bisa dikemas dengan lebih baik lagi, dan ke depan bisa meningkatkan perekonomian warga, dengan cara menciptakan aneka produk berbahan durian dan buah-buahan khas daerah ini, yang kelak bisa kita jual di pasaran," pungkasnya. (dvs/odi)