Pedas Gurih Belut Sambal Korek Bikinan Mak Rumi

Erliana Riady - detikFood Senin, 07 Jan 2019 10:02 WIB
Foto: Erliana Riady/dokdetikFood
Jakarta - Gurih renyah belut goreng buatan Mak Rumini sangat tenar. Tak hanya di Blitar, namun merambah ke berbagai daerah di Jatim, bahkan sampai Taiwan.

Belut sawah yang dibalur tepung beras berbumbu bawang putih dan garam, lalu digoreng garing. Dipadu dengan sambal korek. Terdiri dari cabai, bawang putih dan sedikit garam. Diulek lalu diberi minyak jlantah (bekas menggoreng) sedikit. Makannya bersama nasi hangat dengan lalapan daun kemangi. Proses pengolahan yang sangat sederhana, namun kenikmatan rasanya tiada tara.

Pedas Gurih Belut Sambal Korek Bikinan Mak RumiFoto: Erliana Riady/dokdetikFood
"Saya memang hanya menggoreng belut dari sawah. Ada tujuh orang yang tiap hari setor ke sini. Kalau belut sawah itu rasanya sangat gurih alami. Beda dengan belut ternakan yang dikasih pakan pelet," kata Mak Rumini ditemui detikcom di dapurnya, Senin (7/1/2018).

Yang disebutkan Mak Rumi ada benarnya karena belut sawah adalah belut organik. Karena hidup di irigasi sawah yang tak mengandung bahan kimia berbahaya. Jika tercemar bahan berbahaya tentu belut tak akan bisa hidup.

Pedas Gurih Belut Sambal Korek Bikinan Mak RumiFoto: Erliana Riady/dokdetikFood
Dalam sehari, sekitar 10 kg belut sawah diolah Mak Rumi di dapurnya. Kenapa dibilang dapur ? Karena Mak Rumi memang menyajikan makanan itu di ruang dapur yang menyatu dengan ruang makan. Jadi pembeli serasa makan dirumahnya sendiri. Kalau restoran kini menyebutnya 'open kitchen'.

Lokasi dapur rumah Mak Rumi juga jauh dari kategori stategis. Terletak di Desa Siraman Kecamatan Kesamben. Masuk gang kecil, lalu melalui jalan setapak baru menemukan rumah sangat sederhana itu diantara rumah warga kampung lainnya. Walaupun begitu, pembeli datang silih berganti setiap hari. Teori bahwa bisnis kuliner harus di lokasi strategis, terpatahkan oleh keberadaan dapur Mak Rumi.

Pedas Gurih Belut Sambal Korek Bikinan Mak RumiFoto: Erliana Riady/dokdetikFood
"Ya sejak tahun 1991 itu tetap di sini. Wong mau sewa tempat ndak punya uang. Saya mikirnya, pokok makanan yang saya jual enak, pasti pembeli datang sendiri," ujarnya mengungkap rahasia usahanya.

Setiap hari, sebanyak 200 porsi belut goreng dan nasi bisa terjual di dapur sederhana ini. Harga yang dibandrol Mak Rumi bisa dikatakan murah untuk menu lengkap lalapan belut ini. Sepiring belut goreng lengkap sambal dan lalapan seharga Rp 5.000, ditambah seporsi nasi seharga Rp 2.000.

Para pelanggan biasanya meletakkan belut goreng di atas gerabah tempat sambal. Lalu dipenyet memakai ulekan, agar daging belut menyatu dengan sambal koreknya.

Pedas Gurih Belut Sambal Korek Bikinan Mak RumiFoto: Erliana Riady/dokdetikFood
"Di sini rasa belutnya beneran gurih. Murah lagi harganya. Setiap libur kerja, saya pasti ke sini rame-rame sama teman," ucap seorang pelanggan asal Desa Selopuro Hendi pada detikcom.

Mau mampir ke sini? Jangan sampai salah tempat ya. Soalnya keberhasilan dapur Mak Rumi menginspirasi beberapa tetangga ikut membuka dapur rumah mereka juga. Dapur Mak Rumi buka tiap hari, mulai pukul 12.00 wib sampai habis stok belut yang digoreng, sekitar pukul 18.00wib. (dwa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com