Enak Banget! Tahu Dicocol Bumbu Petis di Pasar Muludan Cirebon

Sudirman Wamad - detikFood Sabtu, 10 Nov 2018 16:15 WIB
Foto: dokdetikFood/Sudirman Wamad Foto: dokdetikFood/Sudirman Wamad
Cirebon - Cirebon memang menjadi surga untuk berwisata kuliner. Makanan-makanan khas yang mengunggah selara makan gampang ditemukan, seperti empal gentong, nasi jamblang, mi koclok, dan nasi lengko.

Ada juga makanan khas Cirebon yang enak disantap saat santai, namanya tahu petis. Penjual tahu petis mudah kita jumpai di pinggir-pinggir jalan di Cirebon, apalagi saat momen mauludan. Banyak penjual tahu petis yang membuka lapaknya di Pasa Muludan Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Enak Banget! Tahu Dicocol Bumbu Petis di Pasar Muludan CirebonFoto: dokdetikFood/Sudirman Wamad
Salah seorang pedagang tahu petis di Pasar Muludan, Sukira (52) mengatakan tahu petis salah satu makanan yang paling diburu saat momen muludan.

Rasanya yang khas, dikatakan Sukira, menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sukira mengatakan petis khusus tahu petis itu dibuat dari dari ebi atau udang kering asli Cirebon, kemudian dicampur dengan kacang serta bumbu sehingga membuat rasanya lebih gurih dan sedikit pedas.

Enak Banget! Tahu Dicocol Bumbu Petis di Pasar Muludan CirebonFoto: dokdetikFood/Sudirman Wamad
"Kami pakai tahu buatan sendiri, dan petisnya kami ambil dari Losari tetapi diolah kembali dan dicampur dengan bumbu. Ya, bumbu yang digunakan secara turun-temurun," ungkpanya kepada detikcom saat ditemui di Pasar Muludan, Sabtu (10/11/2018).

Lebih lanjut, Sukira mengatakan rata-rata penjualan setiap harinya bisa menghabiskan 40 hingga 50 kilogram kedelai, bahan baku tahu. "Kalau untuk petisnya bisa mencapai 12 kilogram per harinya. Dijual perpaketnya itu Rp 10 ribu, kalau untuk satu tahunya itu harganya Rp 500," ucapnya.

Menurut Sukira tak sedikit wisatawan yang berbubur tahu petis buatannya untuk dijadikan oleh-oleh. "Liburan sama momen seperti ini banyak pembelinya. Bukan cuma orang Cirebon, luar daerah juga ada," katanya.

(dwa/dwa)