Ayo Minum Kopi Indonesia

Hasilkan Biji Kopi Enak, Roastery Ini Pakai Mesin Roasting Lokal

Dewi Anggraini - detikFood Minggu, 30 Sep 2018 14:41 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Pemasok sekaligus roastery kopi ini memanggang kopinya dengan mesin roasting buatan lokal. Hasilnya ternyata tak jauh berbeda dengan mesin buatan luar negeri.

Kopi Pak Wawan tak hanya menyediakan beragam biji kopi kemasan yang bisa dibeli eceran. Tapi juga menjadi pemasok biji kopi siap konsumsi ke beberapa kedai kopi wilayah Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.

Dilihat dari namanya, banyak orang menganggap kopi ini milik pria bernama Pak Wawan. Ternyata namanya tak diambil dari nama sang pemilik, melainkan sebuah kalimat guyonan dari salah satu foundernya.

Hasilkan Biji Kopi Enak, Roastery Ini Pakai Mesin Roasting LokalFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
"Pak Wawan idenya dari lucu-lucuan. Kita mau menggunakan nama yang Indonesia banget. Sebenernya itu idenya dari jahilnya saya, dari (kalimat) 'wawan to know aja' yang istilahnya 'mau tahu aja'. Karena Pak Wawan ini nggak pernah nongol di muka," ungkap Ronald Prasanto selaku CEO dan co founder Kopi Pak Wawan pada detikFood (27/9).

Ronald juga menambahkan kalau Kopi Pak Wawan dulunya tak komersil. Melainkan dibentuk sebagai sebuah riset terkait pemanggangan serta manfaat biji kopi.

"Awalnya Pak Wawan bukan untuk komersil. Awalnya buat penelitian. Waktu itu sempat ngetren kopi hijau bikin kurus atau dulu pernah ada iklan orang minta kopinya diroasting jadi putih. Untuk mematahkan hal-hal yang kurang benar itu, saya ingin buatkan penelitiannya. Selain itu, cara ngeluarin keasaman dari kopi atau mengurangi tingkat keasaman atau mengeluarkan aroma karakter bawaan dia, itu semua yang ingin kita pelajari," jelas Ronald.

Hasilkan Biji Kopi Enak, Roastery Ini Pakai Mesin Roasting LokalFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Sebagai roastery, Kopi Pak Wawan membeli green bean dari third party. Third party sendiri merupakan penyedia green bean seperti koperasi, tengkulak hingga processor alias orang yang mengubah chery kopi menjadi green bean. Biji kopi yang dipakai 90% berjenis arabika dan umumnya berasal dari wilayah Flores, Sumatera hingga Jawa.

Karena Kopi Pak Wawan bekerjasama dengan Kopi Bumi, seluruh green bean yang dipasok dapat dilacak sumbernya lewat sebuah aplikasi, lewat scan QR code yang ditempet di tiap karung. Di sana tertera jenis kopi, tanggal kopi dibuat, petani kopi daerah mana hingga harga kopi dari petani.

Setelah mendapat green bean, proses roasting pun dilakukan. Roasting atau pemanggangan biji kopi dilakukan untuk mengeluarkan rasa serta aroma biji kopi. "Tugas kita adalah untuk menyangrai ini untuk mengeluarkan maksimum rasa manis yang dia punya. Jadi dalam biji ini pun dia punya kadar gula. Nah itu yang kita sangrai," tambahnya.

Hasilkan Biji Kopi Enak, Roastery Ini Pakai Mesin Roasting LokalFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Setelah melewati proses roasting, biji kopi berwarna hijau berubah menjadi cokelat kehitaman. Biji kopi inilah yang dikirimkan Kopi Pak Wawan pada kedai-kedai kopi langganannya. Mereka sengaja tak memberikannya dalam bentuk bubuk. Karena aroma kopi akan semakin berkurang jika sudah digiling.

Bubuk kopi yang baru digiling akan terus kehilangan aromanya setelah dua jam terkena oksigen. Sebaliknya, biji kopi yang dikemas dalam kemasan kedap udara, bisa mempertahankan aromanya selama 7 bulan.

Proses pemanggangan biji kopi sangat mempengaruhi cita rasa serta aroma yang kopi yang dihasilkan. Karenanya, mesin pemanggangnya pun sangat mempengaruhi proses roasting. Kopi Pak Wawan sendiri menggunakan mesin roasting buatan lokal.

Hasilkan Biji Kopi Enak, Roastery Ini Pakai Mesin Roasting LokalFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
"Saya pakai mesin roasting buatan Indonesia. Saya lihat mesin roasting yang dipakai orang adalah merek laur. Dia akan ada problem kalau ada spare part yang rusak. Karena dia harus ngirim dari luar. Kenapa saya pilih yang Indonesia, karena reaksinya akan lebih cepat. Kebetulan merek yang saya pakai ini sudah lolos sampai ke Jepang. Kebetulan ini mesin prototypenya dia waktu itu, jadi saya request mesin pengukur temperatur udara dan dia bikinin sesuai yang saya mau," pungkas Ronald.

Tiap 5-6 bulan, Kopi Pak Wawan meroasting biji kopi sebanyak 1-1.3 ton bagi pelanggan setianya. Dalam waktu yang sama, pihaknya dan Kopi Bumi bisa menyuplai sebanyak 3-4 ton green bean. Tak heran kalau Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita jadi pelanggan setia Kopi Pak Wawan kemasan.

(dwa/odi)