Begini Proses Pengolahan Biji Kopi di Pabrik Kopi yang Berusia Seabad

Eko Susanto - detikFood Rabu, 01 Agu 2018 10:13 WIB
Foto: dokdetikFood/Eko Susanto Foto: dokdetikFood/Eko Susanto
Semarang - Di pabrik kopi peninggalan Belanda ini tiap hari diolah biji kopi pilihan dari kebun kopi Banaran. Seperti apa prosesnya.

Di kawasan Semarang dan sekitarnya kopi Banaran sangat populer di kalangan pencinta kopi. Kopi ini dihasilkan oleh pabrik Kopi Banaran, Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Di Pabrik Kopi Banaran ini diolah buah kopi robusta menjadi green bean atau biji kopi belum dipanggang.

Kebun kopi Banaran berikut kafenya menjadi spot wisata agro yang menarik. Sementara pabrik kopinya menempati bangun peninggalan Belanda yang didirikan pada tahun 1911.

Meski sudah berusia 107 tahun, bangunan ini masih kokoh berdiri. Sesuai dengan perkembangan zaman, juga ada penambahan mesin maupun peralatan baru di pabrik tersebut.

Asisten Teknik Pabrik Kopi Banaran, Saryanto mengatakan, bangunan utama pabrik merupakan bangunan peninggalan Belanda. Kemudian, mesin peninggalan Belanda juga masih dipakai hingga sekarang.

Begini Proses Pengolahan Biji Kopi di Pabrik Kopi yang Berusia Seabad Foto: dokdetikFood/Eko Susanto
"Mesin peninggalan Belanda masih dipakai. Bangunan peninggalan Belanda berupa gudang besar bagian depan," kata Saryanto saat dihubungi detikcom, Selasa (31/7/2018).

Proses pengolahan kopi diawali dengan pemetikan buah kopi robusta yang sudah matang di pohon. Biji kopi masak berwarna merah cantik ini dibawa menuju pabrik dan ditaruh dalam bak penampungan. Selanjutnya, buah kopi dengan dialiri air menuju Bak Syphon. Di sini biji kopi dipilah-pilah.

Setelah itu, kopi masuk di ruang pulper,mesin pengupas kulit kopi. Tahap selanjutnya dilakukan pengeringan dan terakhir sortir biji kopi.

Khusus untuk proses sortir masih dilakukan secara manual dengan tangan oleh para pekerja musiman. Adapun sortir biji kopi untuk memilah biji kopi kategori biji kopi kualitas I, kualitas IV, lokal dan RDP (kopi hijau).

Adapun Pabrik Kopi Banaran ini mengolah buah kopi yang berasal dari Kebun Sukamangli, Sukorejo, Kendal, Ngobo Ungaran, Jollong, Pati dan Banaran, Bawen.

Begini Proses Pengolahan Biji Kopi di Pabrik Kopi yang Berusia Seabad Foto: dokdetikFood/Eko Susanto
Berdasarkan data untuk target produksi kopi pada tahun 2017, Pabrik Kopi Banaran sebesar 549.200 kg, tercapai sebesar 333.921 kg. Sedangkan target pada tahun 2018, Pabrik Kopi Banaran 503.000 kg, rencana realisasi 264.785 kg. Sedangkan panen buah kopi sudah berlangsung sejak Juni hingga September, mendatang.

Sementara itu, salah satu pengawai musiman yang bertugas menyortir biji kopi, Fajarini (53), warga Banaran, Gemawang mengaku, sudah mulai bekerja menyortir biji kopi sehabis Lebaran, lalu. Untuk setiap harinya mulai bekerja sejak pukul 06.00-14.00 WIB.

"Dalam sehari biasanya bisa menyelesaikan 20 kg, per kilonya Rp1.000 sehingga bisa memperoleh Rp20.000 per harinya. Kalau jam bekerja sejak pukul 06.00-14.00 WIB, tapi biasanya pukul 13.00 WIB, sudah kecapekan terus berhenti, kembali besoknya lagi," katanya di sela-sela memilah dan memilih biji kopi.

Begini Proses Pengolahan Biji Kopi di Pabrik Kopi yang Berusia Seabad Foto: dokdetikFood/Eko Susanto
Ia mengaku,sehari-hari hanya menjadi ibu rumah tangga di rumah, kemudian setiap musim panen kopi ikut menyortir biji kopi.

Hal senada disampaikan, Koimah (30), warga Jlamprang, Gemawang. Ia pun mengaku, setiap musim panen ikut bekerja di Pabrik Kopi Banaran di bagian sortir.

"Tiap tahun ikut sortir biji kopi. Biasanya di rumah hanya nganggur, ini ikut bekerja. Sehari rata-rata bisa menyelesaikan 20 kg," ujarnya. (dwa/odi)