Jangan Tinggalkan Pekalongan Tanpa Menyantap Tauto

Robby Bernardi - detikFood Rabu, 20 Jun 2018 15:15 WIB
Foto: Robby Bernardi/dok. detikFood Foto: Robby Bernardi/dok. detikFood
Jawa Tengah - Melintasi kota Pekalongan, belum lengkap rasanya jika belum mencicipi soto tauto. Soto dengan racikan khas Pekalongan ini bisa bikin ketagihan.

Pekalongan sejak dulu tersohor karena kerajinan batiknya. Selain itu juga ada nasi megono yang unik dan tentu sjaa tauto yang khas Pekalongan.

Soto taoto sekilas, tidak ada yang berbeda dengan soto pada umumnya. Namun diberi tambahan tauco dalam racikan bumbunya. Tauco merupakan hasil fermentasi dari kedelai khas China. Tauto merupakan soto dengan paduan bumbu khas China. Ini menjadi bukti penyerapan budaya China pada makanan lokal.

Jangan Tinggalkan Pekalongan Tanpa Menyantap TautoFoto: Robby Bernardi/dok. detikFood

Proses pembuatan tauto sendiri cukup lama, yaitu satu hari satu malam. Nah itulah yang membedakan soto tauto asli Pekalongan dengan soto pada umumnya.

Di Kedai Soto Tauto Bang Dul yang berlokasi di Jalan Doktor Sutomo, Gamer, Kota Pekalongan Anda bisa menikmati soto khas Kota Pekalongan. "Saya buka sudah lama sejak tahun 1982. Yang membedakan soto Pekalongan dengan soto lainnya pada bumbunya, tauco," Kata Abdul Mukti, pemilik taoto Bang Dul pada detikcom, Rabu (20/06) siang.

Di kedai Bang Dul ada pilihan tauto daging atau tauto ayam. Tampilannya mirip soto biasa, berkuah bening kecokelatan. Setelah dicicip barulah terasa aroma dan rasa gurih khas tauco. Dinikmati dengan nasi putih plus usus dan kulit ayam goreng yang garing renyah, tauto jadi makin mantap. Para pemudik yang melintasi Pekalongan selalu menyempatkan diri mampir ke kedai Bang Dul.

Jangan Tinggalkan Pekalongan Tanpa Menyantap TautoFoto: Robby Bernardi/dok. detikFood

"Ramai-ramainya ya pas saat seperti ini. Mereka datang dari luar kota untuk makan di sini," tambah Bang Dul.

Yanuar Ilham misalnya. Pemudik asal Semarang tujuan Bandarlampung ini merupakan salah satu pelanggan tetap bang Dul. "Rasanya itu membikin kangen. Hanya ada di sini (Pekalongan). Sotonya terasa berbeda dan segar ditambah crispy kulit dan usus ayam," kata Yanuar Ilham.

Berbeda dengan Yanuar yang merupakan pelanggan tetap Bang Dul. Leni (25) yang baru mencoba taoto khas Pekalongan ini, mengaku baru pertama kali mencicipi taoto. Warga Kendal ini mampir ke kedai Bang Dul bersama keluarganya saat arus balik ke Jakarta.

Jangan Tinggalkan Pekalongan Tanpa Menyantap TautoFoto: Robby Bernardi/dok. detikFood

"Saya baru lihat. Lihat pertama sudah menggoda, rasanya enak sensasi taotonya enak," katanya. Tidak hanya saat arus mudik ataupun arus balik warung soto khas Pekalongan yang berada di ruas jalan Pantura ini pada jam-jam makan siang dipastikan dipenuhi pelangganya dari luar kota. Rahasia kelezatannya pada tauto ini berada pada tauco yang dibuatnya sendiri.

"Untuk pelanggan tidak berubah malah bertambah. Walaupun mereka melintas jalur tol fungsional, mereka akan keluar tol saat sampai di Pekalongan dan mampir ke sini," kata Bang Dul. Jangan khawatir soal harga. Untuk satu porsi tauto ayam, hanya Rp 17.000 dan tauto daging sapi harganya Rp 20.000. Kenyang mantap dan ramah di kantong!

(adr/odi)