Jelang Lebaran, Jenang Lengket Purwokerto Banyak Dicari Orang

Jelang Lebaran, Jenang Lengket Purwokerto Banyak Dicari Orang

Arbi Anugrah - detikFood
Rabu, 13 Jun 2018 12:45 WIB
Foto: Arbi Anugrah​/detikcom
Purwokerto - Produsen makanan khas di Kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah kini mulai kebanjiran pemesanan. Bahkan, pemesanan makanan makin meningkat mendekati Lebaran.

Salah satu makanan khas yang diburu adalah jenang jaket. Biasanya warga asli Purwokerto akan berburu aneka macam jajanan untuk dibawa mudik atau sekedar oleh-oleh saat kembali ke perantauan.

Salah satu gerai yang cukup populer adalah Jenang Jaket Muktisari yang berada di Jalan Adipati Mersi nomor 68 Purwokerto. Setiap menjelang Lebaran, pusat jajanan ini selalu disibukkan untuk melayani pesanan pelanggan.
Jelang Lebaran, Jenang Lengket Purwokerto Banyak Dicari OrangFoto: Arbi Anugrah/detikcom
"Produksi jenang meningkat hingga 1 ton menjelang Lebaran. Saat puasa sekitar 750 kilogram jenang. Tapi kalau pada hari biasa paling hanya memproduksi 300-400 kilogram," kata Daryanti, produsen jenang jaket Muktisari kepada wartawan, Selasa (12/6) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, konsumennya bukan hanya dari wilayah Eks Karesidenan Banyumas saja. Namun beberapa kota di Jawa Tengah sudah mulai memesan jenang jaket sejak sebulan lalu.

Peningkatan produksi tersebut membuat dia harus menambah pekerja. Sedikitnya 30 karyawan membantunya meracik, memasang, memotong hingga membungkus jenang jaket.

Sebutan jenang jaket sendiri berasal dari singkatan jenang asli ketan. Bahan baku utama jenang adalah beras ketan, dan Gerai Muktisari sendiri sudah mulai berproduksi sejak 1991.

"Kita dari nol hingga sekarang. Dari lahir sampai sekarang," tuturnya.
Jelang Lebaran, Jenang Lengket Purwokerto Banyak Dicari OrangFoto: Arbi Anugrah/detikcom
Dia menambahkan, meski permintaan menjelang Lebaran meningkat namun produsen jenang jaket tidak menaikkan harga jual. Harga Jenang Jaket Muktisari berada di kisaran harga Rp 28.000 tanpa wijen sampai Rp 30.000 dengan wijen per kilonya.

Selain memproduksi jenang jaket, sentra oleh-oleh tersebut juga memproduksi mini nopia dan nopia yang berukuran besar. Penganan mungil dengan bentuk bulat seperti telur dan berwarna putih.

Saat ini produsen makanan khas itu hanya fokus untuk meningkatkan produksi menghadapi lonjakan permintaan konsumen saat libur Lebaran. Apalagi berdasarkan pengalaman, pusat-pusat penjualan makanan dan jajanan selalu diserbu pembeli yang kebanyakan pemudik luar kota yang hendak pulang kembali ke daerah asal. (dvs/odi)

Hide Ads