Mudik Jangan Lupa Mampir Galabo, Pusat Kuliner di Pusat Kota Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikFood Senin, 11 Jun 2018 11:40 WIB
Foto: Bayu Ardi Isnanto Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Liburan ke Solo, tak perlu bingung mencari tempat makan enak. Mampir saja ke pusat kuliner Gladag Langen Bogan (Galabo) untuk cicipi semua makanan khas Solo.

Bagi yang pernah ke sana, jangan sampai keliru. Mulai 5 Juni 2018 lalu, Galabo dipindah dari lokasi dulu yang menutup Jalan Mayor Sunaryo, kini bergeser ke area parkir selatan Benteng Vastenburg.

Meski pedagang sudah mulai berjualan sejak lima hari yang lalu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo baru meresmikan Galabo malam ini, Minggu (10/6/2018). Diharapkan melalui peresmian ini, pemudik maupun wisatawan tertarik mampir ke Galabo.

Mudik Jangan Lupa Mampir Galabo, Pusat Kuliner di Pusat Kota SoloFoto: Bayu Ardi Isnanto

"Sekarang sudah tidak di jalan. Kalau di sana agak berdebu, di sini lebih nyaman. Artinya Jalan Mayor Sunaryo sekarang bisa digunakan 24 jam," kata Rudy usai peresmian.

Pengunjung bisa memilih kuliner dari 28 pedagang yang ada di Selter Galabo. Jumlah tersebut merupakan transformasi dari Galabo sejak diresmikan Wali Kota Joko Widodo pada 2008.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo, mengatakan dahulu Galabo berisi 70-an pedagang. Namun tidak seluruhnya dapat eksis.

Mudik Jangan Lupa Mampir Galabo, Pusat Kuliner di Pusat Kota SoloFoto: Bayu Ardi Isnanto

"Dulu kan Galabo ini untuk menata PKL, jadi semua masuk. Ternyata tidak semua eksis, ada yang sering tutup, ada yang disewakan, itu kan melanggar. Kalau 28 pedagang ini sudah kami tetapkan," ujar Subagiyo.

Disdag juga telah mengatur standar operational procedure (SOP) bagi para pedagang. Mengenai kebersihan, pelayanan dan keamanan. Selain itu, pedagang juga harus buka setiap hari.

Mudik Jangan Lupa Mampir Galabo, Pusat Kuliner di Pusat Kota SoloFoto: Bayu Ardi Isnanto

Subagiyo juga menjelaskan, tempat lama Galabo tetap akan digunakan seperti biasa pada siang hari. Para pedagang kuliner di siang hari tetap dapat berjualan di tepi Jalan Mayor Sunaryo hingga sore hari.

Adapun pembangunan Galabo baru ini menelan dana Rp 1,7 miliar dari program tanggung jawab sosial tiga perusahaan. Pembangunan fisik dilakukan BNI, etalase dan meja-kursi disediakan Pertamina, kemudian payung disediakan oleh Sosro.

(lus/odi)