Kriuk Renyah Rengginang Purworejo yang Dirindukan Saat Lebaran

Rinto Heksantoro - detikFood Minggu, 10 Jun 2018 14:00 WIB
Foto: dok. detikFood/Rinto Heksantoro Foto: dok. detikFood/Rinto Heksantoro
Purworejo - Camilan yang satu ini selalu hadir di antara kue-kue lebaran. Terbuat dari beras ketan dengan rasa gurih dan kriuk renyah saat digigit.

Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, berbagai makanan enak dan kekinian termasuk camilan dan kue-kue khas lebaran sudah disiapkan. Namun, keberadaan makanan tradisional seperti rengginang ternyata masih diruindukan banyak orang.
Kriuk Renyah Rengginang Purworejo yang Dirindukan Saat LebaranFoto: dok. detikFood/Rinto Heksantoro
Salah satu pembuat rengginang, Masirah (72) warga Dusun Pakem Kulon, Desa Pakem, Kecamatan Gebang menuturkan bahwa masyarakat merasa belum lengkap bila Idul Fitri tidak disambut pula dengan makanan khas tradisonal rengginang. Bahkan, makanan berbahan baku beras ketan itu ternyata sampai saat ini masih menjadi makanan favorit masyarakat Purworejo. Termasuk warga perantauan yang mudik saat lebaran.

"Kalau nggak ada di meja justru tamu yang datang ke rumah malah pada tanya, rengginangnya mana gitu. Warga perantauan yang pulang kampung juga pasti carinya rengginang bukan yang lain karena kangen dengan makanan kampung. Rengginang itu sudah jadi klangenan (kesenangan) gitu," tutur Masirah yang ditemui detikcom di rumahnya, Minggu (10/6/2018).
Kriuk Renyah Rengginang Purworejo yang Dirindukan Saat LebaranFoto: dok. detikFood/Rinto Heksantoro
Rengginan, merupakan makanan warisan nenek moyang bahkan sejak jaman penjajahan Belanda yang hingga sekarang masih digemari masyarakat. Menjelang lebaran seperti saat ini, rengginang buatan Masirah yang memiliki perpaduan rasa asin gurih dan pedas selalu jadi rebutan para pelanggan.

Masirah yang dibantu anaknya setiap hari membuat camilan khas itu merasa kewalahan jika harus melayani semua pelanggan. Belum lagi para tetangga yang ikut menitipkan beras ketan untuk dijadikan rengginang.

Sebelum dicetak menjadi rengginang, beras ketan dicuci hingga bersih dan direndam selama satu malam. Setelah itu beras ketan dikukus hingga matang.
Kriuk Renyah Rengginang Purworejo yang Dirindukan Saat LebaranFoto: dok. detikFood/Rinto Heksantoro
"Pertama dikukus 30 menit terus diangkat dan dicampur dengan bumbu yang kami racik, kemudian dikukus lagi 15 menit. Setelah matang kemudian dicetak, pakai cetakan bambu bisa pakai langgan (alas gelas) juga bisa kemudian dijemur selama 3 hari sampai kering dan digoreng," imbuh Masirah.

Karena camilan tradisonal tersebut dibuat dengan cara manual dan tidak menggunakan bahan kimia atau pengawet, rengginang buatan Masirah pun aman untuk dikonsumsi.
Kriuk Renyah Rengginang Purworejo yang Dirindukan Saat LebaranFoto: dok. detikFood/Rinto Heksantoro
Meski tanpa bahan pengawet, rengginang yang sudah kering bisa bertahan lebih dari setahun dan cocok buat oleh-oleh.

"Nggak pakai pengawet tapi tahan lama, bisa untuk oleh-oleh. Biasanya warga yang mudik juga bawa buat oleh-oleh temannya di perantauan. Tamu-tamu yang dari luar kota ada yang dari Sumatera juga pada ke sini borong rengginang untuk oleh-oleh," pungkasnya.

(sob/odi)