Soal Aplikasi 'Madhang', Kaesang : Sudah Ada 2.000 Warung Gabung

Dony Indra Ramadhan - detikFood Minggu, 18 Feb 2018 20:45 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Bandeng - Selain berbisnis kaus dan kuliner, Kaesang Pangarep juga punya start up. Aplikasi bernama Madhang ini masih erat kaitannya dengan kuliner diluncurkan Kaesang.

"Alhamdulilah aplikasi Madhang masih berjalan," ucap Kaesang disela-sela peluncuran bisnis kuliner 'Sang Pisang' di Braga Citywalk, Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (18/2/2018).

Baca Juga : Ditantang Jokowi, Kaesang Luncurkan Aplikasi

Aplikasi Madhang yang diluncurkan 11 Desember 2017merupakan sebuah aplikasi berbasis android. Aplikasi ini dibuat atas kerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Soal Aplikasi 'Madhang', Kaesang : Sudah Ada 2.000 Warung GabungFoto: detikINET/Angling Adhitya Purbaya

'Madhang' sendiri artinya 'makan' dalam bahassa Jawa. Aplikasi tersebut memungkinkan tidak hanya pelaku usaha kuliner namun juga ibu-ibu rumah tangga bergabung dan memasarkan masakan rumahan.

"Awalnya saya ditantang bapak (Jokowi) untuk memajukan UMKM. Contoh kemarin membuat Sang Pisang, asalnya Makassar. Kalau satu-satu gitu, kapan selesainya? Modalnya juga enggak banyak," kata Kaesang usai sosialisasi di depan ibu-ibu penggerak PKK di auditorium Balai Kota Semarang, saat perluncuran Madhang Senin (11/12/2017).

Soal Aplikasi 'Madhang', Kaesang : Sudah Ada 2.000 Warung GabungFoto: dok. detikFood

Dalam tim, Kaesang berperan sebagai marketing. Ia akan mencari tenant-tenant untuk bergabung. Peran Kaesang terbukti. Ia menyebut saat ini sudah ada 2.000 warung yang tergabung.

"Alhamdulilah sudah ada 2.000 warung (makanan) dan user aktif sampai 10.000," ungkapnya.

Selain itu, saat ini Madhang juga sudah menjalin kerja sama dengan aplikasi ojek online Grab dari sistem pengantaran makanan. Untuk pembayaran, ia bekerja sama dengan PayTren.

"Kerja sama dengan Grab untuk delivery, lalu pembayaran kerja sama dengan PayTren," tuturnya. (odi/odi)