Menyingkap Rahasia Dim Sum: Seru & Asyik!

Menyingkap Rahasia Dim Sum: Seru & Asyik!

- detikFood
Senin, 23 Mei 2005 09:44 WIB
Jakarta - Meskipun topik dim sum sudah beberapa kali ditampilkan dalam Cooking With Style tetapi peserta selalu saja antusias. Bukan hanya jumlah peserta yang besar tetapi rasa penasaran dan keaktifan peserta sungguh mengagumkan. Apalagi topik kali ini mengungkap dim sum yang trendy.Pukul 10.10 hampir semua peserta sudah siap di Lotus Room, Shang Palace Restaurant yang terletak di lantai dasar hotel Shangri-la Jakarta. Bapak Ricky Tan sang manager Shang Palace mengatur tempat duduk melingkar lengkap dengan meja sehingga peserta lebih nyaman. Nip Kan Yun, sang dim sum chef memulai cooking class dengan peragaan Steamed Chicken & Chives Dumplings. Meskipun Nip Kan Yun sudah punya jam terbang puluhan tahun sebagai dim sum chef di mancanegara tetapi chef yang tinggi ramping ini masih saja pemalu. Karena kurang lancar berbahasa Indonesia, pak Ricky Tan menjadi asisten khususnya. Untuk adonan isi yang terdiri dari jamur hioko, ayam, ebi dan kucai yang dipotong kasar, tidak sulit dibuat karena semuanya tinggal ditumis bersama bumbu. Justru pembuatan adonan kulitlah yang paling penting. Dua jenis tepung; tepung gandum (shang fen) dan tepung kentang (tang mien) diaduk dengan air. 'Banyaknya air sekitar 20-30 ml,' jelas pak Ricky yang menjadi penterjemah sang chef. Tahap berikutnya, barulah disiram air mendidih dan diaduk. Adonan mulai bergumpal karena menjadi matang. Proses penambahan berulang-ulang sampai adonan licin. Karena cukup rumit maka pesertapun saling berebut bertanya. Proses membentuk adonan kulit ini menjadi sangat seru. Sebagian peserta dibimbing sang chef, menipiskan adonan, mengisi dan membentuk. 'Sisi yang belakang jangan dilipat, hanya bagian depan saja,' demikian tegas sang chef. Jempol dan telunjuk sang chef menari begitu cepat di atas adonan dan dalam sekejap dim sum cantik sudah terbentuk. 'Ulangi lagi-ulangi lagi, chef!', serempak peserta berteriak. Mau tahu hasilnya? Ada yang oval, ada yang mirip panada, ada yang mirip pastel tetapi ada juga yang sudah terlihat rapi. Hasil yang langsung dikukus itu dalam sekeja langsung dicicipi oleh peserta. 'Biar jelek, yang penting enak,' komentar para peserta.Resep kedua, Steamed Spinach with Dried Scallop Dumplings, memakai adonan kulit yang sama, hanya saja bentuk dumplingnya berbeda. Setelah dilipat dua, adonan di bagian atas dilipat-lipat sehingga cantik. Kembali para peserta mengeksplorasi jari-jari membentuk lipatan. Hasil karya yang langsung dikukus inipun licin tandas dalam sekejap. Mungkin karena hawa AC yang cukup dingin membuat mereka cepat lapar. Resep ketiga merupakan dim sum goreng, Pisang Goreng Isi Ayam. Kali ini peserta menjadi makin aktif, karena resep ini memakai 'kertas telur' alias waffle telur. Kertasnya sangat tipis mirip lapisan agar-agar pada permen susu. Untung saja pak Ricky sangat sabar memperlihatkan semua bahan yang dipakai kepada peserta, satu per satu! Bukan hanya itu, permintaan peserta untuk memberitahu merk dagang tepung dan bahan-bahan lain, plus distributor pun diberikan, komplet dengan nomor telepon! Nah, kurang apa lagi? Adegan membungkus lumpia dan menggoreng ternyata makin seru. Bagaimana tidak? Begitu selesai dilipat, dicelup adonan langsung digoreng. Lumpia yang panas mengepul pun langsung dicicip!Pangsit Isi Udang, resepnya telihat mudah tetapi proses membentuk adonannya tetap saja unik. Setelah dilipat dalam posisi agak miring barulah adonan kulit dilipat hingga 'keriting' cantik. Khusus untuk kulit pangsit, chef Nip Kan Yun memakai kulit pangsit impor dari HongKong. Meskipun tampangnya agak dekil tetapi kulit pangsitnya sangat renyah dan enak. Karena itu bukan hanya kulit pangsitnya yang disimpan sebagai contoh oleh peserta tetapi ada juga yang meminta labelnya. Sesame Balls alias onde-onde memang sangat populer tetapi karya chef Nip ini diisi dengan lotus seed paste alias pasta biji teratai yang sangat lembut, manis mirip marzipan. Adonan kulitnya terdiri dari tepung ketan, minyak dan air yang diaduk jadi satu. Setelah didiamkan selama 1 jam barulah adonan bisa dibentuk. Para pesertapun menguji ketrampilan membuat onde dan langsung pula digoreng. Ternyata, masih ada juga yang meletus, isinya keluar saat digoreng. 'Ini karena membentuknya kurang rapi,' jelas chef Nip.Sebelum makan siang, mbak Ana dari Tupperware memberikan perkenalan GoFlex! yang sangat fleksibel dan praktis. Tiga orang peserta yang mengikuti kuispun diberi hadiah mangkuk cantik. Kali ini peserta juga antusias menginterogasi mbak Ana. Dari soal ketahanan GoFlex! sampai aroma tajam yang lekat pada wadah plastik. Pembagian door prizepun jadi penutup acara. Dua voucher makan siang dari Shang Palace diberikan pada 2 orang yang beruntung, yaitu Christine dan Robert. Enam bingkisan Tupperware dibawa pulang oleh Wiwik, Hadi, Emma, Irina, Rahmat, dan Yeyen. Makan siang buffet bukan hanya menyajikan aneka dim sum, tetapi bebek panggang dan belasan hidangan lain yang menggiurkan bebas dicicipi sampai kenyang. Nah, kalau belum pernah kebagian ilmu dan hadiah, segera saja ikut Cooking With Style bulan depan. Sampai jumpa! (Odi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads