Dusun Semampir Olah Pepaya California Jadi Carica Paris yang Legit

Usman Hadi - detikFood Senin, 25 Sep 2017 17:20 WIB
Foto: dok. detikFood/Istimewa Foto: dok. detikFood/Istimewa
Jakarta - Pepaya melimpah di dusun Semampir membuat harganya murah. Dengan industri rumahan, pepaya diolah jadi carica Paris dan dodol yang enak.

Pepaya di Dusun Semampir, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul melimpah. Menyadari adanya potensi yang bisa dikembangkan dari buah ini, akhirnya warga secara swadaya mengolah pepaya menjadi Dodol Pepaya dan Carica Paris.

"Ya eman-eman, terus kami ke Dieng (Wonosobo) untuk belajar membuat carica dari pepaya," ujar Ketua I Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Makmur Semampir, Arifi Laili ke wartawan, Senin (25/8/2017).

Dusun Semampir Olah Pepaya California Jadi Carica Paris yang LegitPepaya California yang Diolah Jadi Carica Paris dan Dodol di Bantul (Foto: iStock)

Laili menerangkan, Carica Paris buatan KWT Sido Makmur Semampir tak jauh berbeda dengan Carica Dieng. Perbedaannya hanya jenis pepaya yang digunakan, untuk Carica Paris pepaya yang digunakan khusus jenis California.
"Pepaya jenis California kan teksturnya cukup keras, hasilnya minuman manis (Carica Paris) dari pepaya jenis ini renyah setelah diolah," ungkapnya.

Banyak keuntungan yang diperoleh warga dari mengolah pepaya ini. Hanya dengan modal Rp 60 ribu untuk mendapatkan 20 kilogram pepaya jenis California, setelah diolah mereka bisa menghasilkan Carica Paris sebanyak 300 cup.

"Satu cup Carica Paris dihargai Rp 2 ribu, kalau 300 cup terjual ya berarti dapat Rp 600 ribu," katanya. Selain mengolah pepaya menjadi Carica Paris, KWT Sido Makmur Semampir juga mengolah pepaya menjadi dodol. Untuk bahan dasar Dodol Pepaya, semua jenis pepaya bisa digunakan, tidak harus jenis California.

Dusun Semampir Olah Pepaya California Jadi Carica Paris yang LegitCarica Pepaya California yang Siap Dipasarkan (Foto: Ilustrasi dok. detikFood)

"Kalau pepaya biasa yang ada di kampung-kampung harganya mung (cuma) Rp 1 ribu," tambah Ketua II KWT Sido Makmur Nina Trinawati. Proses pembuatan Dodol Pepaya tidak jauh berbeda dengan olahan dodol pada umumnya. Cuma untuk menghilangkan getah pepaya membutuhkan teknik khusus.

"Caranya, pepaya yang sudah dikukus setengah matang dikupas, setelahnya pepayanya direndam dalam air yang mengandung kapur sirih selama satu jam, tujuannya agar getah pepaya hilang," ungkapnya.
Setelah dimasak, adonan dodol dikemas menggunakan plastik. Nina menjelaskan, untuk 15 kilogram pepaya dicampur bahan-bahan lainnya, pihaknya bisa menghasilkan 100 dodol kemasan 250 gram dan 120 dodol kemasan 200 gram.

"Harga dodol kemasan 200 gram Rp 6 ribu, yang kemasan 250 gram Rp 10 ribu. Pemasarannya biasanya kami titipkan di pusat oleh-oleh sekitar Pantai Parangtritis, juga kami pasarkan ke Solo dan Semarang," pungkasnya.

(adr/odi)