Bukan Jengkol Biasa, Ini Jenis Jengkol yang Digunakan H. Masa untuk Sayur Asem

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 23 Agu 2017 15:41 WIB
Foto: Lusiana Mustinda/detikFood Foto: Lusiana Mustinda/detikFood
Jakarta - Sayur asem ada banyak jenisnya, mulai dari sayur asem Sunda, Jawa serta Betawi. Nah yang satu ini sayur asemnya menggunakan racikan bahan dan bumbu yang berbeda.

Dalam acara Santap Mantap Day 2017 yang merupakan agenda kuliner tahunan dari Mahakarya Indonesia untuk merayakan sekaligus menjaga eksistensi keberagaman kuliner Nusantara. Salah satu gerai yang sajikan masakan Nusantara yang berpartisipasi dalam agenda tahunan ini adalah Rumah Makan Sayur Asem Betawi H. Masa.

Bicara soal sayur asem, tentu yang ada dipikiran Anda pasti kuah hangat dengan sensasi rasa gurih menyegarkan. Ini juga merupakan salah satu sajian kuliner yang sangat sederhana dan cocok dinikmati untuk makan siang. Jika ingin mencicip sayur asem khas Betawi yang enak, Anda bisa menghampiri rumah makan sayur asem legendaris milik H. Masa yang ada di kawasan Pondok Jaya, Tangerang Selatan.

Arie Parikesit, Mpok Yuli dan Darwan dalam acara Santap Mantap Day 2017.Arie Parikesit, Mpok Yuli dan Darwan dalam acara Santap Mantap Day 2017. Foto: Lusiana Mustinda/detikFood

Baca juga: Resep Sayur: Sayur Asem Betawi

Usaha rumah makan ini memang legendaris, sudah berdiri sejak tahun 1980 dan memiliki ciri khas tersendiri. "Sudah lebih dari 30 tahun rumah makan ini berdiri. Dulu tempatnya kecil tidak sebesar ini, warung hanya terbuat dari bambu dengan menu sayur asem, telur ceplok dan ikan goreng saja. Mulai berkembang sejak 1996 dan dari hanya dua menu bertambah jadi berbagai macam lauk pilihan seperti ayam goreng, ikan dan tumis-tumisan," jelas Mpok Yuli, generasi kedua dari RM. Sayur Asem H. Masa.

Dalam proses peracikannya, Mpok Yuli membongkar rahasia campuran sayur asem Betawi ini. "Ada jengkol bewe, kecipir, pare dan oncom," ungkap Mpok Yuli. Jengkol bewe adalah jengkol yang ditanam dalam tanah selama seminggu hingga tumbuh tunas kecilnya. Hal ini dilakukan agar rasa jengkolnya tidak terlalu strong tapi tetap enak.

Dapur tempat memasak sayur asem RM. H. Masa.Dapur tempat memasak sayur asem RM. H. Masa. Foto: Lusiana Mustinda/detikFood

Jadi, selain ketiga bahan tersebut ada juga beberapa bahan lainnya yang dicampurkan seperti labu siam, melinjo, nangka, kacang tanah, jagung muda, jagung manis, oncom dan jengkol bewe. Kemudian disusul dengan pare, kacang panjang, kecipir dan terong hijau. Tidak menambahkan gula sama sekali, Mpok Yuli justru hanya menggunakan asam Jawa muda, sedikit asam kandis, garam, terasi dan penyedap rasa.

Semangkuk sayur asam yang kuahnya agak keruh gurih ini semakin enak dinikmati bersama dengan sambal lalapan, nasi putih hangat dan juga aneka lauk seperti ikan pesmol, ayam goreng, tahu, tempe dan bakwan jagung.

Semangkuk sayur asem betawi H. Masa.Semangkuk sayur asem betawi H. Masa. Foto: Lusiana Mustinda/detikFood

"Membangun usaha kuliner tidak mudah, dibutuhkan kegigihan seperti yang dimiliki oleh H. Masa sehingga rumah makan ini bisa sesukses saat ini. Saya juga masih ingat bagaimana bapak bersama dengan ibu Hj. Somih yang dengan sabar mencoba berbagai metode masak dan meracik bahan-bahan untuk menemukan resep sayur asem Betawi yang autentik," cerita Mpok Yuli.

Dengan konsep prasmanan, warung makan legendaris ini dalam sehari bisa menjual sayur asem hingga 300-500 porsi. Bebas pilih lauk, semua menunya dibandrol mulai dengan harga Rp. 2.000 hingga Rp 25.000. Kalau mau mampir, rumah makan ini buka sejak pukul 09.00 pagi hingga 17.00 sore. Sedangkan untuk weekend hanya sampai 15.00 sore.

Baca juga: RM. Sayur Asem Betawi H. Masa: Aduh Enaknye, Sayur Asem Betawi Isi Jengkol Plus Ayam Goreng (lus/odi)