Asinan Betawi Terberat di Dunia

Asinan Betawi Terberat di Dunia

- detikFood
Selasa, 10 Mei 2005 09:51 WIB
Jakarta - Pada hari Sabtu, tanggal 30 April 2005 lalu, Hotel Ibis kembali menggelar acara Street Festival, yang kali ini bertemakan asinan. Acara Street Festival ini merupakan acara tahunan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2002. Tujuannya tak jauh dari unsur kebudayaan, terutama untuk mempopulerkan makanan khas Indonesia khususnya makanan khas pedagang kaki lima yang cukup populer di kalangan masyarakat umum namun kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah setempat. Alasan pemilihan tema asinan, selain sebagai ajang memperkenalkan makanan khas pedagang kali lima juga untuk memperbaiki citra makanan pedagang kaki lima yang telah dicap tak higienis oleh sebagian masyarakat umum. Dalam acara ini, perwakilan pedagang asinan yang ada di kota Jakarta unjuk gigi saling berlomba menyajikan asinan yang segar, lezat dan higienis. Sebelumnya para peserta lomba ini telah diseleksi terlebih dahulu untuk melihat tingkat kebersihannya, baik dalam pemilihan bahan utamanya maupun cara pembuatannya. Akhirnya pemenang lomba diumumkan; untuk Juara I diraih oleh Bapak Arso dari Bukit Duri, Juara II, Bapak Hasan dari Rawa Belong dan Juara III adalah Bapak Tatang dari Bukit Duri. Ke semua pemenang lomba ini mendapatkan sertifikat penghargaan dari Hotel Ibis. Para peserta yang kesehariannya berjualan asinan di tepi jalan ini mengaku telah berdagang asinan di kota Jakarta hampir puluhan tahun lamanya sehingga cita rasanya pun telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Jakarta. Dan untuk seporsinya, asinan tersebut dijual seharga Rp. 4.000,00. Selain lomba meracik asinan yang segar dan higienis, ada juga event pembuatan Asinan Betawi terberat dan terbesar di dunia. Dengan berat mendekati 2 ton, para chef Hotel Ibis ingin memecahkan rekor dunia kembali, setelah tahun 2003 membukukan catatan rekor pembuatan Kue Semarmendem Terpanjang dengan ukuran panjang 200 meter dan diameter 10 cm. Street Festival tahun 2005 ini merupakan realisasi dari penundaan acara yang telah dijadwalkan di Bulan Mei 2004 yang lalu, akibat adanya serangkaian ancaman bom di Bumi Pertiwi ini. Selama menunggu kesempatan yang tepat, para chef Hotel Ibis tak kenal lelah meramu racikan asinan yang dicanangkan untuk memecahkan rekor dunia dalam bentuk ukuran serta beratnya. Dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan mengerahkan tenaga serta ketrampilan koki dan chef Hotel Ibis untuk meraciknya di kala Street Festival Tahun 2005 digelar. Pembuatan Asinan Raksasa ini menggunakan bahan utama dengan berat bersih sekitar 1,63 ton. Berikut adalah penjabarannya: 600 kg kol, 300 kg tauge, 300 kg timun, 150 kg sawi asin, 150 kg tahu putih, 75 kg kacang tanah, 100 kg gula merah, 100 kg gula putih, 5 kg ebi, 60 kg cabai merah, 60 liter cuka dan 10 kg garam.Asinan seberat nyaris 2 ton itu kemudian memperoleh penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori Asinan Betawi Terberat. Diberikan secara langsung oleh Bapak Jaya Suprana dari pihak MURI dan diterima oleh Bapak Gerard Guillouet selaku Direktur Operasional Accor Indonesia. Asinan raksasa ini kemudian dijual untuk umum seharga Rp. 2.000,00 untuk ukuran kecil dan Rp. 4.000,00 untuk ukuran besar. Semua hasil penjualan tersebut disumbangkan kepada Yayasan Peduli Tunas Bangsa atau Tree For A Child untuk kepentingan kesejahteraan anak-anak yang kurang mampu sehingga dapat memperoleh sarana kesehatan yang memungkinkan. (ely/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads