Mari ke Cilincing, Makan Seafood Segar dan Napak Tilas Budaya Hindu!

Sonia Permata - detikFood Senin, 24 Jul 2017 16:30 WIB
Foto: dok. detikFood Foto: dok. detikFood
Jakarta - Pagoda dan Vihara yang ikonik jadi ciri khas kawasan utara Jakarta. Tentu saja seafood segar dengan aneka bumbu yang harganya murah, bisa jadi santapan lezat.

Bersama Jakarta Food Adventure, detikFood (22/07) dan rombongan tur mampir mengunjungi desa nelayan di wilayah Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Wilayah ini tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat pesisir Jakarta yang harmonis dengan budaya dan pasar ikan tradisionalnya.

Tur diawali dengan mengunjungi vihara Lalitavistara, sebuah vihara yang telah menjadi cagar budaya. Di kompleks vihara ini terdapat Sekolah Tinggi Agama Buddha "Maha Prajna," juga Rumah Penitipan Abu Jenazah yang memiliki pagoda tujuh tingkat tertua dan tertinggi di wilayah Jabodetabek.

Mari ke Cilincing, Makan <i>Seafood</i> Segar dan Napak Tilas Budaya Hindu!Foto: dok. detikFood

Dulunya Pagoda ini dapat dimasuki oleh umum, namun karena pondasi pagoda yang semakin tua dan sedikit miring. Akhirnya pemerintah DKI memutuskan untuk menutup pagoda untuk umum, meski begitu keindahan pagoda masih bisa dinikmati dari luar.

Usai berkunjung mengelilingi kompleks vihara, perjalanan dilanjutkan ke Krematorium Cilincing yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari vihara.

Di depan pintu gerbangnya, ada pasar ikan kecil. Pedagang berjejer menjajakan hasil tangkapan laut yang masih segar. Mulai dari kerang hijau, hingga kepiting, semuanya dijual dengan harga yang terjangkau.

Krematorium ini merupakan salah satu pusat krematorium tertua di Jakarta. Krematorium adalah tempat kremasi atau pembakaran jenazah. Di krematorium ini masih menggunakan metode kremasi tradisional yaitu menggunakan kayu bakar, meski kini banyak rumah duka yang lebih memilih metode oven sebagai proses kremasi yang lebih cepat. Krematorium Cilincing ini masih terus beroperasi karena sebagian kepercayaan seperti pemeluk agama Hindu mengharuskan proses kremasi menggunakan kayu bakar.

Mari ke Cilincing, Makan <i>Seafood</i> Segar dan Napak Tilas Budaya Hindu!Foto: dok. detikFood

Kamipun singgah ke Pura Segara, tempat ibadah umat Hindu. Alasan pembangunan pura di satu lokasi krematorium, untuk memudahkan umat Hindu melakukan kremasi dan penaburan abu jenazah ke laut. Seperti diketahui bahwa laut dianggap sebagai sumber kehidupan manusia dan bagi umat Hindu.

Tidak jauh dari pura, terhampar laut lepas tempat para nelayan bermukim dengan kapal pencari ikan yang memenuhi hampir seluruh pesisir pantai. Mayoritas penduduk di desa ini berprofesi sebagai nelayan.

Ada tempat pelelangan ikan yang selalu ramai di pagi hari. Anda bisa membeli ikan segar dan hasil tangkapan laut langsung dari nelayan. Selain belanja seafood juga bisa melihat pelelangan ikan secara langsung.

Tur kemudian berlanjut ke Masjid Al-Alam, masjid yang telah berdiri sejak empat abad lalu, dan terkenal sebagai masjid tempat Sunan Gunung Jati bersembunyi.

Tur ditutup dengan mengunjungi restoran Babeh Seafood yang terletak persis di sebrang Vihara Lalitavistara. Mulai dari ikan baronang, bawal jepang, bawal hitam, gurame, kerapu cantang. cumi, udang, kepiting, aneka kerang, lobster, dan jenis seafood lainnya.

Mari ke Cilincing, Makan <i>Seafood</i> Segar dan Napak Tilas Budaya Hindu!Foto: dok. detikFood

Seafood segar bisa dipilih langsung. Misalnya untuk ikan bisa dipilih yang masih hidup, atau yang sudah dibersihkan.

"Kami selalu memasok semua seafood langsung dari pelelangan ikan setiap harinya, jadi semua ikan dan bahan-bahan di sini selalu segar," ungkap salah satu pelayan Babeh Seafood.

Selain seafood juga ada berbagai lauk lainnya seperti tumis brokoli, tumis kangkung, tahu isi dan lainnya.
Untuk bumbu seafood ada pilihan bumbu rujak, saus padang, bumbu pecak, saus tiram, saus hap-hap, lada hitam, bumbu madu, asam-manis, hingga bumbu bawang putih.

Mari ke Cilincing, Makan <i>Seafood</i> Segar dan Napak Tilas Budaya Hindu!Foto: dok. detikFood

Selain seafood segar, pelayanannya cepat dan harga makananya ramah di kantong. Meski seafood terkenal dengan harga tinggi, tapi di restoran ini, Anda sudah bisa menikmati ikan baronang utuh dengan harga Rp. 30.000,- an saja.

Anda bisa menyantap seafood sekaligus menikmati pemandangan pesisir Jakarta, dengan pagoda yang ikonik dan kecantikan Vihara Lalitavistara.

Tertarik ikut tur menjelajahi warisan sejarah di pesisir Jakarta atau bagian Jakarta lain? Anda bisa mendapatkan info kegiatan tur melalui www.jakartafoodtour.org atau Twitter dan Instagram @jakartafoodtour.

(adr/odi)