Ini Aturan BPOM Soal Label 'Mengandung Babi' pada Produk Makanan Impor

Maya Safira - detikFood Selasa, 20 Jun 2017 11:40 WIB
Foto: Amazon Foto: Amazon
Jakarta - Tak ada keterangan "mengandung babi" jadi isu utama dalam penarikan mie instan Korea oleh BPOM. Untuk pengawasan pelanggaran ini, BPOM punya prosedur pengawasan produk yang beredar.

Dikutip dari situs resmi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dalam peraturan Kepala Badan POM Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus. Berupa tulisan "Mengandung Babi" dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah diatas dasar warna putih.

Logo mengandung babi Logo mengandung babi. (Foto: global expandia)
Hal serupa juga dikatakan Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, saat dihubungi Detikfood (19/6). "Sebenarnya makanan olahan sesuai aturan tahun 2016 boleh mengandung babi, tapi wajib menyertakan tulisan peringatan "mengandung babi" dengan gambar warna merah mencolok, latar belakang putih, ditulis besar. Pas daftar ke BPOM juga harus ada keterangannya," ungkap Suratmono.

Namun menurutnya ada pendaftar yang pada peredaran barangnya justru tidak mencantumkan keterangan tersebut. "Bisa juga pas isi dokuman nggak bilang ada babi, jadi tidak perlu mencantumkan tulisan. Tapi kita nggak bisa dibohongi," tambahnya.

Menurutnya, Balai BPOM di seluruh Indonesia yang meliputi 34 provinsi dan kawasan perbatasan rutin mengecek produk yang sudah terdaftar BPOM. Berupa pengecekan harian sepanjang tahun. Ketika jelang lebaran, permintaan bagi BPOM
lebih intens. Ada intensifikasi pengawasan pangan.

Produk mie Korea mengandung babiProduk mie Korea mengandung babi (Foto: Amazon)
Pengecekan dilakukan ke supermarket, gudang dan lainnya. Tujuannya untuk melihat konsistensi di lapangan. Karena kalau tidak sesuai dengan yang didaftarkan, Suratmono mengatakan pihak itu sudah membohongi masyarakat, pemerintah maupun Undang-Undang. Contohnya saja klaim produk tidak mengandung babi tapi ternyata ada kandungannya.

Situs www.pom.go.id (18/6) menjabarkan bahwa BPOM melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance). Termasuk pada produk yang mengandung babi atau diduga mengandung babi. Pertama, penempatan termasuk display di sarana ritel. Produk yang mengandung babi harus diletakkan terpisah dari produk non babi dengan diberi keterangan "Mengandung Babi". Cara kedua pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi.

(lus/odi)