Agar Tak Makin Kritis Produksi Kakao di Indonesia Harus Ditingkatkan

Maya Safira - detikFood Jumat, 16 Jun 2017 19:32 WIB
Foto: Mondelez Indonesia
Jakarta -

Kakao jadi salah satu komoditas di Indonesia yang perlu dipertahankan. Sebuah program pun dibuat untuk mensejahterakan petani kakao lokal.

Indonesia termasuk negara produsen kakao terbesar di dunia. Berada di posisi ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana dengan kontribusi angka ekspor mencapai 15% dari total ekspor global.

Tapi masih ada tantangan yang dihadapi dalam produksi kakao. Seperti siklus kakao yang mengalami penurunan produktifitas dan tidak bisa diregenerasi setalah 10-15 tahun, rendahnya regenerasi petani serta masih minim upah petani dari produksi kakao.

Agar Tak Makin Kritis Produksi Kakao di Indonesia Harus DitingkatkanBuah Kakao yang akan dijadikan sebagai cokelat (Foto: iStock/detikFood)

"Kakao Indonesia ini komoditas yang harus kita pertahankan keberadaannya. Kondisinya terus terang kritis ya. Kritisnya karena kakao ini sudah diusahakan sejak tahun 1980an. Hampir semuanya kakao rakyat. Kondisi kakao kita saat ini sebagian besar sudah tua umurnya. Kemudian tingkat produktivitasnya rendah. Oleh karena itu semua pihak yg berkepentingan harus segera hadir untuk memberi perhatian terhadap perbaikan kakao Indonesia," ujar Ir. Bambang, MM, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian pada kegiatan Buka Puasa Bersama dan Diskusi Media tentang Komoditas Kakao dan Program Cocoa Life oleh Mondelez Indonesia (15/6).

Karena itu ada berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kakao. Dalam usaha mendukung pemerintah meningkatkan produktivitas, Mondelez Internasional yang juga memproduksi cokelat Cadbury membuat progam Cocoa Life di beberapa daerah penghasil kakao di Indonesia. Seperti Sulawesi dan Sumatera.

Agar Tak Makin Kritis Produksi Kakao di Indonesia Harus DitingkatkanBuka Puasa Bersama dan Diskusi Media tentang Komoditas Kakao dan Program Cocoa Life oleh Mondelez Indonesia (Foto: Mondelez Indonesia)


Program ini berupaya memberi kehidupan lebih baik bagi petani kakao di Indonesia. "Sejak mulai program tahun 2013, Cocoa Life telah bekerjasama dengan lebih 25.000 petani kecil kakao dari kurang lebih 170 komunitas atau pedesaan di Sulawesi dan Sumatera," ujar Andi Sitti Asmayanti, Mondelez International Director of Cocoa Life for South East Asia.

Beberapa program dilakukan untuk mensejahterakan komunitas kakao. Seperti praktik pertanian yang lebih baik, wirausaha dalam upaya meningkatkan pemasukan kakao, pemberdayaan perempuan, hingga meniadakan isu pekerja anak di perkebunan kakao. Sebab Mondelez International di Indonesia ingin memakai sumber-sumber berkelanjutan pada produknya.

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com