Laporan WSFC 2017

Tahun Depan WSFC Akan Kembali Digelar di Manila

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Senin, 05 Jun 2017 04:26 WIB
Foto: detikfood
Manila - Semalam perhelatan street food yang berlangsung 5 hair, ditutup. Ribuan pengunjung telah dimanjakan lidahnya dengan sajian enak street food dari 11 negara.

Mengenai penyelenggaraan WSFC di waktu yang akan datang dan rencana pengembangannya, KF Seetoh, pendikiri Makansutra Singapura dan penggagas WSFC secara khusus menyemapaikan beberapa pemikirannya pada detikfood (4/6) di Pasay City.

'WSFC yang paling sukses. Ada 30 stand, dilakukan dengan rapi, professional, dan bisa dijadikan contoh untuk penyelengaaraan di tempat lain. Negara-negara lain mulai mengajukan diri untuk jadi penyelenggara, ' demikian ungkap KF Seetoh, pendiri Makansutra Singapura yang menjadi penyelenggara acara ini kepada detikfood (4/6/2017).

Tahun Depan WSFC Akan Kembali Digelar di ManilaFoto: detikfood

Acara penutupan diisi dengan penyerahan piagam bagi para mahasisa sekolah kuliner yang ikut serta dalam tim penjaja street food dan makan malam bersama. Kemeriahan mewarnai area Sunset Avenue Corner Asian Drive, SM Mall of Asia Concert Grounds, Pasay City.

Secara resmi pemerintah Filipina melalui Tourism Promotions Board Philippines (TPB) telah mengumumkan tahun depan Filipina akan kembali menjadi tuan rumah WSFC.

Sedangkan di akhir tahun Bangkok akan menjadi penyelenggara khusus WSFC. Karena didukung oleh perusahaan swasta maka akan dipelajari dulu apa kebutuhan di sana. Mengingat Bangkok pernah dikabarkan akan menutup sejumlah pusat street food di kawasan kota.

Bagaimana dengan rencana penyelenggaraan WSFC tahun depan di Manila?

'Mungkin tahun depan akan kami mulai dengan gerakan. Bisa berupa pembukaan hawker centre di Filipina dengan standar internasional. Banyak pihak antusias mendukung kami,' ujar Seetoh yang selalu penuh ide soal street food.

Tahun Depan WSFC Akan Kembali Digelar di ManilaFoto: detikFood

Khusus mengenai potensi Indonesia yang hingga saat ini hanya berperan sebagai peserta, KF Seetoh juga punya pendapat.

'Indonesia punya warisan kuliner yang hebat. Ketiga terbesar di Asia sebagai 'motherland' kuliner. Karenanya terbuka peluang yang sangat besar yang harus digarap profesional. Besar peluangnya. Sangat sayang jika tak digarap secara profesional terutama untuk pariwisata.' Bahkan untuk potensi makanan Indonesia,

KF Seetoh yang pernah berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia ini, memberikan komentarnya. 'Makanan Indonesia yang autentik apapun itu bisa menjadi 'duta besar' bagi Indonesia. Orang akan mudah mengenal Indonesia melalui kelezatan makanannya. Misalnya rendang ada di London, orang akan mudah mengenalkan sebagai makanan autentik Indonesia.' (odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com