Laporan dari Sepang

Festival Makanan Pesawat Pertama Digelar oleh AirAsia

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 22 Mei 2017 18:06 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Travelling dengan pesawat tak lengkap jika tidak mencicip makanan. AirAsia selenggarakan festival makanan pertama di Sepang, Malaysia.

Santan Food Festival diselenggarakan untuk pertama kalinya di AirAsia RedQ, Sepang (22/05). Para pengunjung yang hadir dapat dengan bebas mencicip makanan lezat dari berbagai wilayah di Asia.

Festival Makanan Pesawat Pertama Digelar oleh AirAsiaFoto: Detikfood


Santan merupakan nama merek dagang makanan di AirAsia. Walaupun namanya terlihat seperti bahan makanan, akan tetapi nama Santan punya filosofi.

"Makanan Malaysia banyak dibuat dengan bahan santan. Tidak hanya nasi lemak, beberapa makanan enak juga banyak dibuat dengan campuran santan kelapa," jelas Tan Sri Tony Fernandes, selaku Air Asia Group CEO.

Dalam acara Santan Food Festival, ada sekitar 7 booth yang memamerkan hidangan Santan dari seluruh jaringan AirAsia.

Festival Makanan Pesawat Pertama Digelar oleh AirAsiaFoto: Detikfood


Menurut Tony, makanan adalah salah satu faktor pemersatu yang hebat di seluruh wilayah. Apa yang dilakukan AirAsia adalah membawa rasa nikmat ASEAN ke Santan Festival untuk menciptakan makanan unik.

Dalam festival ini tersedia hidangan Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, India, Korea Selatan hingga Jepang. Nasi lemak jadi penjualan nomer satu di Fillipina. Selain nasi lemak, pengunjung bisa mencicipi green curry with rice khas Thailand dan nasi kuning Manado khas Indonesia.

Festival Makanan Pesawat Pertama Digelar oleh AirAsiaFoto: Detikfood


Dengan varian citarasa lokal, Tony juga ingin memberi pengalaman para penumpang makan enak di udara dengan harga terjangkau. Selain makanan enak bercitarasa lokal, AirAsia juga menyediakan kopi premium asal Vietnam dan Indonesia.

"Belum ada rencana lagi apakah Santan Food Festival ini akan dilakukan setiap tahun atau tidak. Yang pasti program yang saat ini dijalankan akan terus berlangsung dengan pengembangan yang baru," pungkas Tony. (msa/odi)