Nutrition quotient sangat diperlukan untuk hidup sehat. Nutrition quotient bisa diartikan sebagai pengetahuan gizi yang tidak hanya diketahui seseorang saja, akan tetapi juga bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mencatat masalah kekurangan gizi setidaknya melanda sebanyak 19,6 persen populasi anak Indonesia. Akibatnya ada sekitar 37 persen anak yang terhambat pertumbuhannya (stunting) dan terkena kondisi lain seperti anemia, penurunan IQ, hingga retardasi mental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
"Jika asupan makanannya tidak baik, maka akan terjadi masalah early life nutrition. Masalah kesehatan ini timbul akibat saat ibu mengandung asupan makannnya kurang," tutur Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K), selaku spesialis gizi dalam acara Diskusi Gizi bersama Nestlé di D'Lab by SMDV, Menteng (08/05).
Fiastuti mencontohkan, hipertensi bisa terjadi karena ibu kurang mengonsumsi satu jenis asam amino sehingga pembuluh darah menjadi kaku. Akibatnya, seseorang bisa menderita hipertensi dan tidak, itu dipengaruhi dari apa yang dimakan oleh ibu sewaktu hamil.
Foto: Nestle |
Kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, vitamin A dan vitamin D juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan. Kekurangan zat besi dapat berpengaruh negatif terhadap kemampuan belajar dan produktivitas baik disekolah maupun di tempat kerja. Sedangkan kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan pada mata, daya tahan tubuh dan pertumbuhan. Serta kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pada tulang.
Karenanya para ibu perlu mengasup makanan yang bergizi seimbang saat hamil. Sehingga dapat menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berkualitas. (lus/odi)

Foto: iStock
Foto: Nestle
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN