Sosok Men Weti Dikenang Sebagai Pribadi Sederhana dan Baik Hati

Sosok Men Weti Dikenang Sebagai Pribadi Sederhana dan Baik Hati

Prins David Saut - detikFood
Senin, 10 Apr 2017 16:58 WIB
Foto: detikfood
Jakarta - Pekerja keras dan sederhana serta baik hati. Itulah sosok almarhum Men Weti yang dikenal keluarga dan para tetangganya.

Sepeninggal ibu tirinya, I Nyoman Sukadana akan melanjutkan usaha warung makan. Tetapi ia menyatakan tak ada apapun yang akan berubah racikan nasi campur khas bumbu ibunya.

"Dia merintis warung makan ini sendirian dengan satu meja kayu kecil pada tahun 70-an. Warung tidak berubah hingga sekarang," kata pria yang akrab disapa Men Rame itu kepada detikcom, Senin (10/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosok Men Weti Dikenang Sebagai Pribadi Sederhana dan Baik HatiFoto: Detikcom


Sosok almarhumah Men Weti dikenal keluarganya sebagai sosok yang suka mengomel namun welas asih. Wanita itu paling suka mengomeli Rame karena kerap keluyuran.

"Sosok ibu itu susah dicari. ibu baik sekali walau sering ngomel, isi hatinya baik. Dia pintar bersosialisasi dan saya kagum akan hal itu. Semua diurus sama dia dengan jiwa sosial tinggi," ujar anak tiri Men Weti itu.

"Walau dia ibu tiri, bagi saya, kebaikannya melebihi ibu kandung. Saya paling sering diomeli beliau karena saya suka keluyuran. Tapi itu membuat saya merasa paling diperhatikan ibu," tambah Rame.

Tetangga-tetangga warungnya pun mengenal Men Weti yang suka mengomel itu. Namun kebaikan hatinya membuat mereka merasa kehilangan seorang wanita yang dikenal suka menolong itu.

"Kalau ibu di warung dan terlalu banyak pelanggan, kadang suka dibantu sama tetangga kios, sama penyewa kano, pecalang sini dan penjaga parkir pantai Sanur," ucap Rame.

Rame menambahkan Men Weti pernah mengeluh sebelum meninggalkan keluarganya menuju Nirwana. Keluhannya itu terkait penerus warungnya, namun ia percayakan 'keringat' puluhan tahunnya itu kepada Rame karena mampu membuat bumbu yang sama persis dengan dirinya.

"Ibu pernah mengeluh siapa yang akan meneruskan warungnya. Sampai sebelum meninggal Ibu bilang ke saya untuk meneruskan warungnya karena cuma saya yang bisa membuat bumbu seperti Ibu," pungkas Rame.

Rame menyatakan dirinya tak akan mengubah apapun terkait cita rasa khas nasi campur Men Weti. Ia juga belum memiliki rencana untuk memindahkan warung ke tempat yang lebih besar.

Sosok Men Weti Dikenang Sebagai Pribadi Sederhana dan Baik HatiFoto: detikfood


"Ada idam-idam saja untuk pindah warung di jantung Kota Denpasar, tapi ternyata sampai sekarang tetap di sini dan Ibu tidak pernah bilang alasannya. Kemungkinan karena Ibu memang sederhana atau faktor umur. Saya tidak akan merubah warung Ibu, walau sudah tiada, namanya tetap Warung Men Weti," tambah Rame.

Warung Men Weti adalah salah satu legenda kuliner khas Bali yang berdiri sejak 1970. Warung ini lebih dulu dikenal luas masyarakat dibandingkan pantai Sanur, bahkan pelanggannya telah merambah dari Australia hingga Jepang.

"Satu hari kita siapkan kurang lebih 500 porsi. Buka pukul 08.00 sampai habis, pernah dua jam saja itu sudah ludes semua. Pelanggannya banyak juga yang dari Australia sampai Jepang. Bahkan ada pelanggan itu datang terus nggak lama balik lagi pesan," imbuh Rame.

Saat diupacarakan pada Minggu (9/4) kemarin, sejumlah politisi Bali pun menghantarkan Men Weti ke tempat peristirahatan terakhir. Rame menyatakan hal itu terjadi karena sejumlah politisi Bali gemar mengunjungi warung ibunya.

"Wakil Gubernur Bali Pak Sudikerta sempat datang bertemu ibu dua kali sebelum ibu meninggal. Beliau juga sempat mencicipi nasi campur ibu. Upacara lancar, ada 5 politisi yang ikut dan 50-an karangan bunga yang sebagian berasal dari pelanggannya," papar Rame. (msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads