Laporan dari Miyagi

Sambal Roa, Gulai Kepala Ikan hingga Rendangpun Habis Tak Berbekas

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Senin, 20 Mar 2017 09:37 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Kesennuma - Tak hanya berbagi cerita dan ide, UKM Kesennuma juga mencicipi makanan Indonesia. Dari rica-rica, sambal roa hingga rendangpun licin tak berbekas!

Diskusi soal produk makanan tak lengkap jika tak ada cicip dan makan. Maka pesta kecil pelaku UKM Kesennuma pun dimeriahkan sajian nusantara. Acara diskusi potensi pasar produk seafood di Indonesia yang berlangsung di Saikichi Shoten, (17/3) ditutup dengan makan bersama. Ini saat yang ditunggu oleh peserta.

Sambal Roa, Gulai Kepala Ikan hingga RendangpunFoto: detikfood

Acara kumpul bareng dan berbagi cerita akhirnya berubah jadi pesta makanan Indonesia. Bagaimana tidak? Sejak siang pak William, chef Odie, Miranti dan chef Ray Jason sudah menjelajahi pasar swalayan ikan.

Suasana swalayan yang bersih dengan produk hasil laut yang bagus kualitasnya. Fillet aneka ikan segar untuk sushi, kepiting, aneka telur ikan, rumput laut, hingga aneka buah dan sayur segar.

Sejak dari Jakarta Pak William sudah menyiapkan masakan tradisional untuk disuguhkan di acara ini. Rendang daging, rica-rica daging babi dan bumbu gulai ikan. Maka 2.5 kg kepala dan daging ikan pun dibeli di pasar swalayan ikan.

'Kali ini saya pengin tunjukkan kalau bahan-bahan lokal Kesennuma yang bagus dan segar juga bisa diolah dengan bumbu Indonesia,' demikian komentar pak William yang ternyata juga membawa beras hitam Kalimantan.

Sambal Roa, Gulai Kepala Ikan hingga RendangpunFoto: detikfood

Anchor Coffee milik Yatchi Onodera yang berlokasi di Tanakamae Kesennuma sudah ramai dipadati teman-teman UKM. Juga beberapa orang Indonesia yang bekerja di Kesennuma sebagai pegawai di industri perikanan dab konstruksi turut hadir.

Selain salad wortel dan ham dengan cabbage ada aneka sajian nusantara mulai memenuhi meja buffet. Aroma wangi rendang yang sedang dipanaskan langsung memenuhi ruangan.

Sambal ikan roa, tumis sayuran dan terasi, udang dan kepiting masak santan, sambal matah api, rendang dan rica-rica daging babi memenuhi meja buffet. Jangan ditanya lagi aromatik bumbunya menebar ke ruangan.

Tamu yang sebagian besar orang Jepangpun makin tak sabar menyantapnya. Setelah dibuka oleh Hisashi, dalam beberapa menit hidangan nusantarapun berpindah ke piring-piring peserta.

Rasa ingin tahu membuat para tamu antusias mencicipi semua hidangan. Meskipun beberapa tampak kening dan kepalanya berlelehan keringat tetapi tetap saja kembali lagi mengisi piringnya. Hampir semuanyanya menyukai rendang, rica daging babi dan sambal roa.

Sambal Roa, Gulai Kepala Ikan hingga RendangpunFoto: detikfood

Gulai ikan yang disajikan paling akhir, panas mengepul langsung tandas. Kembali disuguhkan dan tandas lagi! Rasa santan yang creamy, aromatik daun kari dan lembutnya daging ikan memberi sensasi rasa baru buat lidah orang Jepang.

Sedangkan buat beberapa tamu orang Indonesia, seperti pengobat rindu. Sebagian besar mereka sudah 2 tahun lebih tak pulang kampung. 'Aduh ada rendang, baunya udah kayak lebaran. Ada gulai dan sambal, waah..,' komentar mereka bersamaan.

Bukan hanya makanan Indonesia yang habis diserbu. Kuah gulaipun yang tersisa di piring saji juga tak berbekas. Apalagi nasi dari beras Kalimantan yang pulen enak jadi jodohnya.

Sambal Roa, Gulai Kepala Ikan hingga Rendangpun Habis Tak BerbekasFoto: Aditya Yoga

Kegembiraan ditutup dengan bersulang dan tentu saja berfoto bersama. Santan dan rempah Indonesia yang tersisa langsung dikemasi warga Indonesia. Sementara yang lain sibuk membungkus yang tersisa di meja buffet.

Malam yang penuh kehangatan. Pulang dengan hati senang dan perut kenyang! Terima kasih Kesennuma! (odi/odi)
Load Komentar ...