Hewan Buruan Khas Namibia Diracik Jadi Rawon dan Sate Maranggi dalam "A Taste of Indonesia"

Maya Safira - detikFood Rabu, 30 Nov 2016 18:00 WIB
Foto: KBRI Windhoek Foto: KBRI Windhoek
Jakarta - Namibia punya berbagai jenis hewan buruan yang unik. Di tangan pakar kuliner William Wongso, hewan ini dibuat jadi berbagai sajian lezat gaya Indonesia.

Salah satu negara di Afrika, Namibia, memiliki daratan cukup luas yang menghasilkan produk daging sapi berkualitas. Tidak hanya daging sapi, konservasi alam Namibia membuatnya punya daging lain dari hewan buruan (game). Antara lain seperti oryx, springbok, eland, hartebeest, dan wildebeest.

Melimpahnya keberadaan daging hewan buruan tersebut, membuat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Windhoek berinisiatif mengundang William Wongso ke Namibia. Supaya bisa mengolah daging hewan buruan dengan bumbu-bumbu Indonesia. Sekaligus mempromosikan kelezatan kuliner Nusantara kepada masyarakat Namibia melalui kegiatan "A Taste of Indonesia" yang berlangsung pada 15-28 November 2016.

Selama berada di sana, William Wongso meracik daging Namibia menjadi berbagai makanan Indonesia, sebut siaran media yang diterima Detikfood (29/11). Misalnya rendang Padang dari eland dan sate maranggi yang memakai springbok.

Foto: KBRI Windhoek


William Wongso juga memperagakan cara memasak hidangan Indonesia di Silver Spoon Hospitality Academy. Dalam workshop tanggal 17 dan 21 November itu, turut hadir praktisi industri kuliner Namibia, asosiasi chef Namibia, chef dari berbagai restoran dan hotel di Windhoek, ibukota Namibia.

Sementara pada 18 November 2016, William Wongso mengadakan workshop di hadapan mahasiswa School Hotel Namibia University of Science and Technology (NUST), Friends of Indonesia dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Windhoek. Kegiatan dibuat dalam format masterclass bertema "Mengolah Game Meats Namibia dengan Cara Indonesia".

William Wongso sempat mengajarkan pembuatan rendang dengan metode berbeda melalui penggunaan oven. Sehingga tidak perlu waktu lama dalam mengolah rendang. Hasil rendang tetap empuk dan bumbunya meresap. William Wongso juga mengajarkan cara memasak sisa bumbu rendang dengan masakan lainnya seperti nasi goreng dan sate maranggi.

Foto: William Wongso/Instagram


Sebagai puncak acara, KBRI Windhoek bekerjasama dengan Kokerboom Restaurant, Windhoek Country Club mengadakan "A Taste of Indonesia" pada 24 dan 25 November 2016. William Wongso dibantu chef restoran menyajikan lebih dari 30 jenis menu makanan Indonesia untuk diperkenalkan kepada masyarakat Namibia. Ada Pindang Serani Ikan Ekor Kuning, Rawon daging Oryx, Soto Ayam Lamongan, Sate Maranggi Springbok, Sate Ayam Madura, Sate Cumi Rica-Rica, Sate Udang Komoh, Arsik Ikan Batak, Ikan Goreng Sambal Matah Bali, Kerang Hitam Masak Woku, Cumi Cabe Hijau, Cumi Ayam Melayu, Rendang Padang Eland, Dendeng Batokok Sambal Balado, Semur Daging, Iga Bakar kambing dan lainnya.

Meski baru pertama ke Afrika, William Wongso mengaku sangat gembira melihat antusias masyarakat Namibia belajar dan mengenal masakan Indonesia. Iapun merasa tertantang memadukan bahan dasar Namibia, khususnya hewan buruan, dengan bumbu-bumbu asli Indonesia.

Foto: William Wongso/Instagram


Duta Besar RI untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola, Eddy Basuki, menyambut baik diplomasi kuliner Indonesia oleh Chef William Wongso. Sebab masyarakat Namibia gemar makan daging dengan pengolahan sangat terbatas dan sederhana. Menjadikannya lebih bervariasi bila diperkenalkan dengan bumbu Indonesia yang kaya rasa.

Kehadiran William Wongso diharapkan bisa lebih memberikan variasi baru bagi jenis makanan masyarakat Namibia. Disamping itu, dengan diplomasi kuliner ini, KBRI juga dapat memperkenalkan berbagai jenis masakan Indonesia kepada masyarakat Namibia. Sekaligus mempermudah percepatan ikatan tali persaudaraan diantara kedua bangsa. (msa/odi)