Laporan dari Laos

Indonesia Jadi Penyelenggara ASEAN Plus Music & Culinary Festival di Laos

Maya Safira - detikFood Minggu, 13 Nov 2016 07:53 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Vientiane - ASEAN Plus Music & Culinary Festival diadakan di Vientiane. Indonesia ikut menjadi penyelenggara kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini.

Untuk pertama kalinya, Laos mengadakan festival musik dan kuliner dari negara-negara ASEAN pada 12-13 November 2016. Di sini musisi, band dan chef berkumpul dalam satu acara yang bertempat di area parkir Lao-ITECC, salah satu mal terbesar di Vientiane.

Kegiatan berkaitan dengan terpilihnya Laos sebagai ketua ASEAN tahun ini. Tujuannya untuk mempromosikan perdamaian dan toleransi sebagai pesan terbaik bagi komunitas ASEAN. Sekaligus bisa menjadi penjembatan hubungan ASEAN dengan dialogue partner.

Foto: detikfood
Keberadaan acara tak lepas dari peran Indonesia. Menurut Irmawan Emir Wisnandar, Duta Besar Indonesia untuk Laos, KBRI memprakarsai ide acara ini pada akhir tahun lalu. Selain untuk mempromosikan ASEAN, juga pertukaran budaya lewat musik dan kuliner.

"Tahun lalu Indonesia memberi usul penyelenggaraan acara kuliner sekaligus musik. Sebagai apresiasi tanda terima kasih untuk masyarakat Laos yang sudah membantu menyelenggarakan ASEAN summit. Wakil menteri luar negeri Laos yang menangani ASEAN hadir waktu pertemuan itu dan menyambut positif usulan ini," kisah Irmawan kepada Detikcom (12/11).

Negara anggota ASEAN kemudian menyetujui usulan ini. Begitu pula dengan negara mitra wicara (dialogue partners). Termasuk Australia, China, European Union, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia dan Amerika Serikat.

"Semua setuju, terus kita bicara dengan Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Kementerian Informasi, Budaya dan Pariwisata (MOICT) Laos karena berhubungan dengan seni dan budaya. Akhirnya kami kerja sama buat acara ini. ASEAN Plus merujuk keterlibatan negara dialogue partners juga," lanjut duta besar yang sudah 2 tahun bertugas di Laos ini.

Foto: detikfood

Dalam acara ini ada tarian tradisional, penyanyi dan band. Diantaranya dari Filipina, Korea Selatan, Vietnam, India, Malaysia, China, Australia hingga Rusia.

Perwakilan dari Indonesia antara lain Andra and The Backbone, penyanyi dangdut Oza Kioza dan band indie Rebel Suns. Turut hadir Christian Bautista dari Filipina.

Pertunjukan dimulai dari pukul 18.00-22.00 waktu setempat. Diharapkan 5% dari populasi 760.000 penduduk Vientiane akan datang ke acara ini.

"Kita ambil waktu bersamaan dengan That Luang Festival, perayaan agama tahunan yang bisa menarik 100.000 masyarakat dari seluruh Laos. Dari segitu, kita pikir nggak susah cari audiens. Diharapkan banyak masyarakat laos datang ke sini," tambah Irmawan.

Terkait kuliner, beberapa negara ASEAN dan dialogue partners ikut mengisi stand dalam festival. Untuk Indonesia, ada Nasi Padang buatan Chef Dwito Nugroho Satmoko, Es Teler 77 hingga demo masak nasi goreng. Sehingga pengunjung bisa menikmati musik sekaligus aneka kuliner.

(msa/odi)