Pesta 1000 Kuliner Legendaris dan Modern, Pekan Raya Indonesia 2016 Ditutup Meriah

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 07 Nov 2016 10:40 WIB
Foto: PRI 2016/detikFood Foto: PRI 2016/detikFood
Jakarta - Pesta rakyat yang diadakan oleh Pekan Raya Indonesia berlangsung meriah. Acara ini telah berhasil menyuguhkan 1000 band hingga 1000 kuliner.

Pekan Raya Indonesia 2016 sudah berlangsung sejak tanggal 20 Oktober hingga 6 November 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Selama 18 hari, masyarakat disuguhkan oleh band-band papan atas, pagelaran seni hingga suguhkan wisata kuliner yang lengkap.

Selain band dan kuliner, para pengunjung juga dapat mengunjungi pameran multiproduk seperti gadget, furnitur, elektronik hingga kosmetik.

Pesta 1000 Kuliner Legendaris dan Modern, Pekan Raya Indonesia 2016 Ditutup MeriahFoto: PRI 2016/detikFood
"Pekan Raya Indonesia 2016 merupakan pesta rakyat yang telah dikunjungi lebih dari 600.000 pengunjung dari beragam usia. Selain menghibur, kemeriahan PRI juga menyajikan beragam pagelaran budaya yang mengedukasi dan mengenalkan lebih jauh lagi kekayaan nusantara yang sangat dinikmati pengunjung," ujar Ryan Adrian, Managing Director PT Indonesia International Graha dalam rilis yang diterima oleh detikFood (06/11).

Pekan Raya Indonesia tidak hanya memberikan kesempatan pada pelaku industri besar tetapi juga para pemilik usaha kecil dan menengah yang baru merintis bisnisnya.

"Banyak pemilik UKM yang baru meluncurkan produknya di acara PRI ini selain itu juga banyak pebisnis muda yang awalnya hanya menjual produknya secara online saja di PRI mereka mendapat tempat untuk menjaring pelanggan-pelanggan baru. Melalui PRI, mereka dapat membuat produk mereka menjadi lebih dikenal, menumbuhkan optimisme untuk mengembangkan usahanya dan tentunya membantu menggerakkan roda perekonomian," ujar Ryan Adrian.

Pekan Raya Indonesia (PRI) menyuguhkan beragam kuliner warisan nusantara yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Menyantap kuliner warisan nusantara tidak hanya membuat pengunjung bernostalgia ke masa lalu, tapi juga memperkenalkan masakan warisan nusantara ke masyarakat yang lebih luas dan lintas generasi.

Pesta 1000 Kuliner Legendaris dan Modern, Pekan Raya Indonesia 2016 Ditutup MeriahFoto: PRI 2016/detikFood
PRI menghadirkan ragam warisan kuliner Indonesia yang legendaris seperti Toko Oen Semarang (1936), Soto Ahri Garut (1943), Es Kopi Tak Kie (1927), Kupat Tahu Gempol (1965), Nasi Jamblang Mang Dul Cirebon (1970), Nasi Pindang Semarang (1989), Gudeg Yogya Laminten (1980), serta Bale Raos (2004) yang menyajikan makanan favorit keluarga keraton Yogyakarta yang sedap.

Selain kuliner legendaris khas nusantara, kuliner urban yang modern dan tercipta melalui kreasi baru di hall Jajanan Senggol.

Mulai dari stan restoran seperti Nasi Goreng Rempah Mafia, Es Pisang Ungu, O'Chicken, Flam Cakes, O Pia (Otak-Otak Lumpia), Angkringan Blangkon's, Teh Tarik Uncle G, CS Coffee, Pong-Pong Korean Smokey Snack, Rumah Sate, Rakki Teppangrill, The Wakoel, Shilla Korean BBQ Express, dan masih banyak lagi sajian kuliner lainnya disuguhkan bagi para penikmat kuliner yang berkunjung ke Pekan Raya Indonesia.

Konser 1.000 band dengan tema "Bangkitnya Musik Indonesia" yang menampilkan musisi papan atas seperti Dewa 19, Tipe X, Yura, Isyana Sarasvati, Tulus hingga Raisa turut memeriahkan acara ini.
Pesta 1000 Kuliner Legendaris dan Modern, Pekan Raya Indonesia 2016 Ditutup MeriahFoto: PRI2016/detikFood
Pengunjung yang datang dengan keluarga juga bisa mengajak anak-anak bermain di wahana salju Snow Station, memberi makan hewan (feeding pet), paintball hingga permainan tradisional seperti engrang, congklak, bola bekel hingga aneka permainan tradisional lain yang disediakan oleh komunitas untuk mengedukasi sekaligus melestarikannya.

Workshop hingga penampilan tari dan musik daerah juga turut membuat pengunjung lebih dekat dan tahu tentang kekayaan seni Indonesia. Setiap acara musik, workshop dan tari nusantara di Panggung Nusantara membuat pengunjung begitu antusias untuk mengenal lebih dalam mengenai seni dan budaya Indonesia. (lus/odi)