Pameran Bahan Makanan Terbesar di Asia Akan Berlangsung Bulan Ini di Jakarta

Maya Safira - detikFood Kamis, 08 Sep 2016 07:10 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Food Ingredients (Fi) Asia 2016 akan berlangsung bulan ini. Aneka inovasi bahan baku makanan dan minuman pun bisa ditemui di sini.

Pameran niaga bahan baku makanan dan minuman, Fi Asia 2016 , digelar pada 21-23 September 2016 di JIExpo Kemayoran. Ini menjadi kali keempat bagi Indonesia menjadi tuan rumah pameran tersebut.

Menurut Rungphech Rose Chitanuwat, Business Director UBM Asia (Thailand) Co Ltd, Fi Asia tahun ini akan menjadi yang terbesar di Asia. Kini sudah ada sekitar 700 perusahaan pemasok bahan baku yang bergabung dalam pameran. Baik dari lokal, regional maupun internasional.

Saat ini sudah ada sekitar 5.000 orang yang mendaftar untuk hadir. Targetnya sendiri sebanyak 15.000 profesional industri dapat berkunjung ke sana. Rose juga berharap lebih banyak menarik pengunjung internasional dan trade buyer ke Indonesia. UBM Asia ikut mengundang top buyer dari 5 negara yang banyak membeli bahan ekspor Indonesia.

"Orang melihat Indonesia sebagai pusat produksi dan punya populasi tertinggi. Dalam rangka menjual dan memproduksi bahan di Indonesia ada banyak aturan yang ketat. Kebanyakan produk di pameran sudah memenuhi aturan yang ada di Indonesia. Akan ada banyak bahan baku (ingredient) baru untuk mengganti sumber daya alam yang dapat digunakan secara lebih efisien," tutur Rose saat konferensi pers di The Ritz-Carlton Pacific Place (07/09).

Ada beraneka ragam produk yang nantinya bisa ditemui di Fi Asia. Beberapa diantaranya diperkenalkan saat konferensi pers. Termasuk perisa, buah-buahan kering, bubuk buah, pati, bubuk rasa susu, minyak kedelai, pemanis, pewarna makanan, protein kedelai, ekstrak ragu, dan stabilizer. Produk-produk rendah garam, rendah gula dan bahan pengganti lemak juga bisa dilihat di pameran. Ini sejalan dengan tren sehat yang terus berkembang.

Tidak hanya pameran, sejumlah program ikut diadakan selama Fi Asia 2016 berlangsung. Salah satunya Innovation Tour yang bertujuan mengedukasi pengunjung bahwa bahan baku itu aman dan bisa membantu produksi makanan agar lebih efisien serta kuantitasnya makin banyak. Tur bisa sesuai tema seperti ke tempat-tempat khusus produsen gula pengganti ataupun pengaturan berat badan.

Terdapat pula Innovation Zone untuk melihat inovasi-inovasi terbaru. Bagi pembeli, dapat mencari supplier yang sesuai dalam Business Matching Service. Tidak ketinggalan hadirnya lebih dari 60 seminar para peserta pameran yang berfokus pada tren makanan dan minuman di Asia Tenggara. International Conference bertema "Food Innovations – ASEAN Economic Community Challenges" juga diadakan untuk menjabarkan perkembangan riset dan inovasi pada ilmu dan teknologi pangan. Fokusnya pada riset pangan inovatif dari Asia Tenggara ke seluruh dunia. Sehingga pesertanya kebanyakan akademisi, peneliti dan industri pangan.

Berlangsung pada 21-22 September 2016, ada pembahasan seputar isu, regulasi, inovasi bahan baku, gizi dan kesehatan, keamanan dan kualitas pangan. Konferensi merupakan hasil kerja sama Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor dan South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST Center).

"Dalam konferensi ada plenary session mengundang speaker international. Ada juga technical session yang dibagi 4 sesi tergantung topik dari presentasi. Temanya inovasi hal-hal baru yang ditemukan dalam antisipasi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean," ucap Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, MSi, Direktur SEAFAST Center IPB. Ia menyebutnya sebagai tantangan karena persaingan dengan negara lainnya dalam produksi bahan.

"Tantangan karena jangan sampai produk luar masuk Indonesia, sebab negara ini pasar yang luar biasa. 250 juta penduduk makan semua, jadi kalau kita kekurangan makanan (shortage), pasti datangnya dari negara sekeliling. Pertama adalah ASEAN yang akan masuk ke Indonesia. Jadi di Indonesia sendiri ada tantangan untuk memenuhi kebutuhan serta tantangan untuk bersaing dengan negara ASEAN," Profesor Nuri menjelaskan.

Melalui Fi Asia 2016, mahasiswa dari Indonesia maupun ASEAN bisa mengikuti Food Product Development Competition. Mereka berkompetisi mengembangkan produk pangan menggunakan sumber daya lokal. Produk dari 15 semifinalis akan ditampilkan saat kegiatan.

Tertarik melihat pameran ini? Informasi lebih lanjut seputar Fi Asia 2016 dan registrasi online dapat dilakukan melalui http://www.figlobal.com/asia-indonesia/. (msa/odi)