Tahun Ini 40 Negara Akan Ikut 'Food Ingredients Asia' yang Digelar di Jakarta

Maya Safira - detikFood Rabu, 27 Jul 2016 17:57 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Industri makanan tak lepas dari pemakaian bahan baku pangan. Dalam mendukung industri tersebut, Food Ingredients (Fi) Asia kembali hadir di Jakarta. Tahun ini pameran dibuat lebih besar dari sebelumnya.

Untuk keempat kalinya, Indonesia terpilih jadi tuan rumah UBM Fi Asia. Pameran bahan pangan akan berlangsung pada 21-23 September 2016 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta.

Fi Asia menjadi wadah yang mempertemukan pemain industri bahan baku makanan dan minuman dari dalam maupun luar negeri. Pameran niaga yang diselenggarakan UBM Asia ini akan melibatkan sekitar 650 pemasok bahan makanan dan minuman terkemuka dari 40 negara lebih. Nantinya ada pula international pavillion dari Amerika Serikat, Thailand dan China.

Pada konferensi pers Food Ingredients Asia 2016 di Hotel Mulia Senayan (27/07), turut hadir Christopher Eve selaku President Director PT UBM Pameran Niaga Indonesia. Menurutnya penyelenggaraan pameran Food Ingredients di Jakarta merupakan yang paling besar setelah Eropa.

"Pameran tahun ini akan 50% lebih besar dari sebelumnya di Jakarta. Diharapkan lebih dari 15.000 pengunjung datang ke Food Ingredients Asia," ucap Christopher dihadapan media.

Christopher menjelaskan bahwa Fi Asia menjadi solusi bagi pemain industri makanan dan bahan baku makanan lokal sekaligus internasional. Kegiatan rutin yang diadakan bergantian antara Indonesia dan Thailand, menunjukkan bahwa Indonesia jadi pasar menjanjikan di kawasan Asia.

"Dalam kesempatan ini, pelaku industri bahan baku makanan Indonesia dapat memperkenalkan produknya, mengakses pasar potensial dan memperoleh informasi perkembangan terkini di industri bahan baku makanan," tambahnya.

Ir. Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), menyebut perlunya Fi Asia dalam mendukung inovasi makanan.

"Bahan baku dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing dalam industri makanan dan minuman. Dukungan bahan baku juga penting untuk ketersediaan dan percepatan inovasi. Keberadaan pameran sangat penting untuk melihat produk-produk dari negara lain untuk dibuat di sini,"

Di samping pameran bahan baku makanan dan minuman berbagai negara, Fi Asia juga mengadakan konferensi internasional terkait inovasi makanan, seminar, Innovation Zone hingga Business Matching Service.

"Pengunjung bisa ikut melihat produk masa depan di zona inovasi yang mungkin baru ada di rak-rak pertokoan 2-3 tahun lagi," pungkas Christopher.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Fi Asia 2016 dapat diakses melalui http://www.figlobal.com/asia-indonesia/.

(lus/odi)