Bagi para chef dan pemilik restoran, Michelin Guide merupakan pengakuan bergengsi yang jadi acuan keberhasilan. Tak mudah bagi sebuah restoran mendapat bintang Michelin. Mereka harus memenuhi kriteria yang cukup ketat.
Dalam rangkaian acara peluncuran Michelin Guide Singapura (22/7), detikFood sempat berbincang dengan Michael Ellis selaku International Director Michelin Guides. Ia mengungkapkan 5 kriteria utama Michelin Guide.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Ia juga bercerita soal mekanisme terpilihnya restoran masuk seleksi Michelin Guide. "Untuk menentukan restoran, sebelumnya kami melihat informasi terkait restoran tersebut di internet dan media cetak. Kami juga menanyakan warga lokal kemana mereka pergi makan."
Metode penilaian restoran melibatkan para Michelin Inspectors atau inspektur yang bertugas menilai sajian restoran. Ellis menuturkan, "Inspektur ini dirahasiakan identitas dan jumlahnya. Ada yang merupakan pakar kuliner dan mantan chef."
"Mereka harus mencicip 250-300 makanan tiap tahun. Yang jelas para inspektur memiliki passion besar terhadap makanan dan indera pengecapnya bekerja baik," ujar pria bertubuh tinggi ini.
![]() |
Mengenai pemilihan Asia sebagai benua baru yang banyak dibuatkan Michelin Guide, Ellis mengatakan, "Kami memang mulai meninggalkan Eropa tahun 2005 dan merambah ke Asia. Sebelumnya Jepang, Hong Kong, dan Shanghai sudah memiliki Michelin Guide. Dalam waktu dekat juga akan diluncurkan Michelin Guide untuk Korea Selatan."
Ia menambahkan, "Akan ada Michelin Guide untuk Indonesia. Tidak menutup kemungkinan juga untuk negara-negara lain di Asia. Semua tempat mungkin karena makanan telah menjadi obsesi di dunia."
Ellis juga menyoroti globalisasi yang membuat tidak ada batasan lagi dalam makanan. "Saat ini makanan sudah bersifat global sehingga tidak ada lagi batasan. Sebagai contoh, Anda bisa menikmati sushi autentik Jepang saat berada di Amerika, misalnya, karena bahan dan teknik membuatnya sama," pungkasnya.
(adr/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN