Gelaran hari pertama (02/06) FJPN 2016 diisi dengan demo masak Chef Yugi. Ia menampilkan getuk lindri dan degan bakar dengan kreasi berbeda. "Getuk lindri ini sebenarnya sangat sederhana. Murah dan mudah dibuat. Hanya perlu singkong dan kelapa muda," ujarnya mengawali demo masak di hadapan pengunjung.
![]() |
Menurut chef yang pernah tinggal 11 tahun di Amerika Serikat ini, getuk lindri juga bisa menjadi 'sarana' memperkenalkan kuliner Indonesia berbahan singkong ke dunia internasional. "Namun diperlukan sentuhan baru agar getuk lindri bisa diterima lebih luas. Misalnya adonan singkong diberi pewarna berperasa lalu diberi topping," tuturnya sambil menggiling adonan singkong.
Warna pink, misalnya, dibuat Chef Yugi dari pewarna makanan strawberry. Sementara hijau dari pandan. "Toppingnya bisa dipilih sesuai selera. Misalkan meisjes cokelat, keju, ceri, atau selai nanas. Agar lebih spesial, permukaan getuk juga bisa diolesi butter kemudian dibakar dengan memakai 'blow torch'," ujar chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association (ICA) ini.
![]() |
Saat demo masak, Chef Yugi juga membeberkan beberapa tips penting. "Rebus singkong selama 20-25 menit saja, namun jangan diberi garam karena nanti getuk lindri akan berair. Untuk 2 kg singkong, cukup tambahkan Β½ sdt garam dan 2-3 sdt gula," jelasnya. Selain getuk lindri, ia juga mendemokan cara membuat degan bakar. "Kalau Malaysia bangga dengan tongkat ali, kita harus bangga dengan degan bakar yang khasiat kesehatannya juga banyak," tutur Chef Yugi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chef Yugi menjelaskan, "Untuk 4 buah kelapa, gunakan 8 batang sereh, 4 batang kecil kayu manis, 2 sdm cengkeh, dan gula batu sesuai selera. Setelah jadi sirup, campur dengan degan bakar. Enak dinikmati hangat maupun dingin."
![]() |
Menurut Chef Yugi FJPN ini merupakan aset. "Inginnya mengangkat acara seperti ini di luar negeri. Di sana mereka tidak punya kuliner khas sehingga acara seperti ini jadi peluang untuk mempromosikan kuliner Indonesia." FJPN 2016 juga menjadi sarana untuk melestarikan jajanan pasar Nusantara.
"Tetapi perlu inovasi atau sentuhan baru agar jajanan pasar makin populer dan diterima generasi muda. Saya rasa sah-sah saja membuat versi modern dari getuk lindri. Kalau lebih bagus, kenapa tidak?," pungkasnya. (adr/odi)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN