Produk Makanan Segar Amerika Bisa Dipadukan dengan Menu Khas Indonesia

Produk Makanan Segar Amerika Bisa Dipadukan dengan Menu Khas Indonesia

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 01 Jun 2016 13:51 WIB
Foto: detikFood
Jakarta - Buah, sayur, dan produk makanan segar Amerika lainnya sudah lama dikenal di Indonesia. Produk ini enak dipadukan dengan menu Indonesia seperti kalio daging, asinan Jakarta, hingga klapperrtaart!

Bertempat di Seagrain Restaurant (31/05), Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake memperkenalkan ragam produk makanan segar Amerika berupa apel Granny Smith, kismis Sun-Maid, dan kurma Medjool. Produk-produk ini sudah tersedia di beberapa supermarket besar di Jakarta.

Bersama Executive Chef DoubleTree by Hilton Jakarta, Zulkarnain dan Chef Ahmad Nurseha, Robert mendemokan 3 menu khas Indonesia yang dibuat dengan paduan produk makanan segar Amerika. Berupa kalio daging dengan kurma Medjool, asinan Jakarta dengan apel Granny Smith, dan klapperaart dengan kismis Sun-Maid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menu-menu ini dianggap cocok untuk dinikmati saat ramadan. "Tak hanya di Indonesia, menu-menu ramadan di Amerika sebenarnya mirip di sini. Penggunaan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala sudah tidak asing lagi," ungkap Robert. Ia mengatakan hal ini sehubungan banyaknya warga muslim yang bermukim di Amerika. "Muslim di sana berasal dari 75 negara muslim di dunia, termasuk Indonesia" tambahnya.

Mengenai kalio daging, Chef Ahmad Nurseha atau akrab dipanggil Chef Seha memilihnya karena waktu pembuatan yang tidak terlalu lama seperti rendang. "Kalio ini resep asli Indonesia dan dihasilkan dari proses setengah perjalanan saat membuat rendang. Dibuatnya hanya 1-2 jam saja," tuturnya pada detikFood.


Penggunaan USDA Beef membuat tekstur daging begitu empuk enak. "Tetapi tidak perlu khawatir, kalio juga enak dibuat dari daging lokal. Ada tips untuk mengempukkannya. Sebelum diolah, daging lokal sebaiknya dimarinasi bersama bawang merah, bawang putih, sereh, dan nanas yang sudah dihaluskan. Ungkep selama 5-10 menit. Daging lokal dijamin jadi empuk!" ujar Chef Seha.

Menurutnya, penambahan kurma Medjool pada kalio bisa menyeimbangkan cita rasa sajian ini secara keseluruhan. "Kurma berfungsi menambah rasa kalio supaya tidak terlalu gurih dan pedas. Tujuannya menyeimbangkan rasa," jelasnya.

"Kurma Medjool ini punya keistimewaan dibanding kurma Timur Tengah. Ditanam di Yuma, Arizona yang udara gurunnya cocok untuk menanam kurma. Selain itu, Yuma juga dialiri sungai bawah tanah sehingga kurma yang dihasilkan di sini terasa makin enak dan ukurannya jumbo. Kelebihannya lagi, kurma medjool tidak diawetkan dengan madu. 100% alami!" ujar Kafi kurnia selaku Director Peka Consulting yang turut hadir dalam acara.


Asinan Jakarta tampil menarik selera dengan paduan apel Granny Smith yang renyah segar. Pelengkapnya berupa kol putih, wortel, timun Jepang, mie kuning, kerupuk kuning, tomat ceri, nanas, dan kenari. "Agar lebih beda kerupuk merah yang biasa jadi pelengkap asinan Jakarta, kami ganti jadi emping," ujar Chef Seha.

Untuk hidangan penutup, klappertaart dengan tambahan kismis Sun-Maid cocok disajikan saat berbuka puasa. "Hmmm dari wanginya saja sudah enak," tutur Robert yang membantu membuat dessert creamy ini.


Chef
Seha mengatakan masih banyak menu lain yang dibuatnya dengan paduan produk makanan segar Amerika. "Ayam bakar bumbu Bali kami beri kurma Medjool, ikan acar kuning ditambahkan apel granny smith, tumis cumi dengan kismis, nasi kebuli kambing dengan kismis dan almond, serta kurma cake dengan kurma medjool," jelas chef ramah ini.

Mengenai ragam makanan Indonesia, Dubes Robert mengaku sudah tidak asing lagi dengan makanan khas di sini. "Saya secara intensif bepergian ke daerah-daerah penjuru Indonesia. Saya sangat suka Soto Betawi dan rendang," pungkasnya.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads