Mengenal Ragam Rasa di Pameran MOFAD Lab, New York

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 09 Mei 2016 12:39 WIB
Foto: Omar Niode Foundation Foto: Omar Niode Foundation
Jakarta - Setiap makanan punya citarasa yang khas. Di Museum of Food and Drink, para pengunjung bisa langsung mempelajari asal muasal rasa dan juga bagaimana rasa dari makanan dapat terbentuk.

Museum of Food and Drink (MOFAD) sudah sepuluh tahun digagas oleh Dave Arnold. Dan pada Sabtu di bulan April, MOFAD akhirnya membuka untuk pertama kalinya MOFAD Lab yang berjudul 'Flavor: Making It and Faking It'.

MOFAD Lab merupakan sebuah studio desain pameran dan ruang galeri seluas 465 meter persegi di Bayard Street No. 62, Brooklyn, New York.



Dalam release yang diterima oleh DetikFood pada (09/05), Karinda dan Amanda Niode dari Omar Niode Foundation berkunjung ke pameran tersebut. Dari hasil pengamatannya, pengunjung cukup ramai dan datang silih berganti.

Pengunjung yang datang dapat menikmati perjalanan multi-indera yang dimulai dari pengetahuan, sejarah, budaya dan politik pembuatan rasa.

Selain mempelajari panel informasi, pengunjung juga dapat bereksperimen dengan berbagai alat pembuat aroma (smell synthesizer) seperti aroma strawberry, cola dan kopi. Ada juga alat untuk mencoba belasan kombinasi aroma alami dan buatan. Dan diperagakan juga alat yang mengeluarkan tablet dengan berbagai rasa (flavor pellets) seperti jamur, rumput laut, asam sitrun, apel dan rempah labu.



Dengan tema 'Flavor: Making It and Faking It' (Rasa: Membuat dan Menirunya). MOFAD Lab, mengangkat beberapa hal utama dalam industri rasa global yaitu:

1. Kerangka rasa
Aroma memainkan peran yang sangat penting dalam cara otak manusia memahami rasa. Lima rasa (manis, asin, asam, pahit, dan umami) hanyalah salah satu bagian dari rasa yang juga dipengaruhi oleh aroma, penglihatan, suara, dan sentuhan.

2. Vanila dan lahirnya industri rasa
Sepanjang perjalanan sejarah manusia, memberi rasa pada makanan berarti menambahkan rempah-rempah, garam, gula, dan minyak esensial. Namun pada 1870-an, ilmuwan Jerman menemukan vanillin (senyawa aromatik utama di vanilla), maka dimulailah produksi dan penjualan vanila imitasi yang membuka dunia industri rasa.



3. Umami: rumput laut dan penemuan rasa baru
Rumput laut memberi pemahaman pada rasa ke lima yaitu umami, yang digambarkan sebagai lezat, gurih dan menggugah selera. Selain pada rumput laut, rasa umami juga terdapat pada ikan, telur, jamur, daging dan produk fermentasi seperti miso, kecap serta kimchi.

4. Para pencipta rasa
Manipulasi rasa makanan memerlukan ilmu pengetahuan, budaya dan seni. Dengan ilmu kimia organik dan peralatan seperti gas chromatograph dan mass spectrometer maka dapat diciptakan berbagai rasa dengan biaya jauh lebih murah dengan ras yang lebih mantap dibanding ekstrak rasa dari makanan aslinya.



MOFAD Lab merupakan cikal bakal MOFAD, museum makanan dan minuman berskala besar ini bisa menjadi tempat pengunjung belajar tentang makanan dan minuman, dari mana asalnya, bagaimana membuatnya, serta manfaatnya. Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun museum sesunguhnya dapat mencapai US $800 juta atau sekitar 10 triliun rupiah dan membutuhkan waktu 40 tahun. (lus/odi)