Sejak dibuka pada hari Selasa (20/04), setiap hari WSFC dipadati oleh rata-rata 14.000 pengunjung. Acara berlangsung di area terbuka 9th Avenue corner 25th Street, Bonifacio Global City, Taguig.
KF Seetoh sebagai penyelenggara sekaligus pendiri Makansutra Singapore tak bisa menyembunyikan kegembiraannya akan sambutan masyarakat Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pihak sponsor Ayala Group sempat merasa ragu akan respons masyarakat Filipina. Namun, keraguan itu kini pupus dengan membanjirnya pengunjung dalam acara ini.
‘Terima kasih yang sebesar-besarnya pada peserta, panitia dan masyarakat Filipina. Mereka telah sangat sabar berdesakan, antri berjam-jam di bawah terik matahari demi menikmati beragam street food yang kami sajikan. Terima kasih untuk semuanya,’ ungkap Javier D. Hernandez, Vice President and Area Head Ayala Land Inc. pada sambutan penutupan.
Ajang WSFC yang sudah ketiga kali digelar ini sekaligus membuktikan bahwa jajanan kaki lima atau street food tak bisa lagi dipandang sebelah mata. ‘Jika restoran perlu waktu seminggu untuk menjual 2000 porsi, kami hanya perlu setengah hari saja,’ demikian tutur KF Seetoh.
Tahun ini stand dari Indonesia BBQ Ribs Bali telah tercatat dengan rekor penjualan tertinggi, 2000 porsi dalam semalam. Sementara Pepita’s Kitchen dari Filipina menjual total 14 ekor babi panggang selama 5 hari.
‘Ajang WSFC membuktikan bahwa street food bisa menjadi wisata menarik. Memberi pengalam bersantap baru, menumbuhkan kewiraushaan di bidang kuliner. Menjadi daya tarik wisata yang unik,’ tutur Karem E.Miranda dari Badan Turisme Filipina.
Acara ditutup dengan pemberian sertifikat pada peserta dan sekolah perhotelan dan pariwisata yang telah member dukungan. Semua makanan dari stand pun disiapkan untuk dinikmati bersama seluruh panitia dan pendukung acara. Sampai bertemu di WSFC 2017!
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN