WSFC Manila 2016

Bertandang ke Manila, Tim Markobar Bawa Kompor dan Loyang Sendiri

Tri Ispranoto - detikFood Jumat, 22 Apr 2016 17:32 WIB
Foto: detikCom
Manila - Martabak Kota Barat atau Markobar menjadi salah satu wakil dari Indonesia dalam WSFC 2016 di Manila. Untuk itu mereka membawa perlengkapan sendiri.

Dua hari berjualan tim Markobar berhasil memikat para pembeli yang rata-rata adalah warga asli Filipina. Di hari pertama saja sedikitnya 130 loyang mereka hasilkan dan berhasil terjual habis.

"Di hari pertama itu memang kita sedikit karena masih kurang persiapan terutama bahan baku. Dan hari kedua kemarin (Kamis) tambah jadi 160 loyang," ujar Kapten Tim Markobar, Satria Agung Wardana, saat berbincang dengan detikFood, Jumat (22/4/2016).


Khusus acara ini dia dan tim telah menyiapkan beberapa barang dan bahan baku yang tidak ada di Filipina. Bahkan untuk kompor hingga loyang pun mereka sengaja bawa sendiri dari Indonesia.

Menurutnya di Filipina tidak ada loyang atau pun kompor seperti standar mereka. Untuk itu mereka pun sengaja membawanya dari Indoneia bersama racikan martabak khusus yang menjadi standar mereka.

"Cukup banyak bawaan kita karena kompor saja sudah 25 kg. Memang sempat terkendala karena kata petugas bandara tanya apakah kompor ini bekas atau baru. Saya bilang ini baru hanya dipakai sekali untuk percobaan, makanya bisa," bebernya.


Meski segala bahan baku yang mereka minta telah disediakan oleh pihak panitia namun kenyataannya tak semua memenuhi standar. Seperti terigu yang dibawah kualitas standar Indonesia, hingga keju dengan merek yang sama tapi dalam bentuk berbeda.

"Untuk tepung saja kita perlu tambah butter karena tidak sesuai standar kita. Lalu keju juga, mereknya sama jenisnya sama tapi gak tahu kenapa ini terlalu lembek," ucapnya.

Satria mengungkapkan meski demikan dia merasa puas dengan respon dari masyarakat Flipina yang rela mengantri berjam-jam demi mendapatkan satu porsi Markobar yang berisi setengah loyang dengan empat topping pilihan.


Namun untuk memuaskan lidah masyarakat Filipina mereka pun sempat menguji martabak pada para asisten yang merupakan warga asli.

"Kata mereka standar kita kemanisan, jadi kita kurangi susunya. Ternyata orang sini kurang begitu suka manis. Dan saran itu teruji dan hasilnaya memang mereka suka," pungkas Satria. (adr/odi)