Melalui Aplikasi Mobile 'Bango Warisan Kuliner', Kuliner Tradisional Terus Dilestarikan

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 22 Apr 2016 09:49 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Indonesia sangat kaya akan kuliner pusaka. Melalui aplikasi mobile ‘Bango Warisan Kuliner’ kuliner ini terus dilestarikan terutama untuk generasi muda.

Kini banyak komunitas kuliner yang aktif menggali pengetahuan kuliner melalui media digital. Kecap Bango dari Unilever Indonesia juga ingin ikut serta dalam pelestarian kuliner tradisional.

Penjaja kuliner legendaris memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian dan kepopulean kuliner tradisional. Karena melalui mereka, para pecinta kuliner dapat terus menikmati dan menghargai hidangan tradisional dengan citarasa otentik.



"Setelah sebelumnya meluncurkan website, tahun ini menjadi momentum kami untuk memanfaatkan perkembangan digital melalui mobile site dengan aplikasi "Bango Warisan Kuliner" Apps," tutur Nuning Wahyuningsih, Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia Tbk pada Kamis (21/04).

Menurut Nuning, perkembangan era digital semakin pesat sehingga banyak komunitas yang fokus mempopulerkan masakan Indonesia. Diharapkan dengan adanya mobile site ini, para ibu dapat menciptakan makanan seenak rumah makan aslinya secara berulang dan mewariskannya pada anak.

Melalu website dam mobile aplikasi kini ada sekitar 2.000 resep masakan Indonesia dari para legenda kuliner yang dapat diakses kapan saja.

"Anak-anak banyak terpapar dengan makanan dari luar. Jangan sampai kekayaan budaya termasuk kuliner Indonesia hanya sampai di sini," tambah Nuning.

Dengan melibatkan para legenda kuliner dari Barat hingga Timur Indonesia, mobile site tidak hanya berbagi resep rahasia. Namun, juga memaparkan teknik hingga bahan rahasia yang ada dalam masakan.



Kali ini dihadirkan Bofet Sianok dari Payakumbuh bercerita mengenai kelezatan dibalik mie rebus Minang. "Kaldu yang berasal dari air rebusan tulang dan daging sapi serta bawang putih jadi andalan rumah makan kami," ujar Ibu Suratman, pemilik Bofet Sianok.

Sedangkan penggunaan bumbu serta santan segar menjadi rahasia kuah empal gentong yang kental dan gurih khas H. Apud Cirebon. Dan berbekal resep turunan dari oma, rumah makan Beta Rumah di Ambon juga perkenalkan tumis bia yang menjadi masakan rumahan masyarakat Ambon.

Selain komunitas dan penjaja makanan, ibu juga berperan aktif sebagai bagian penting dalam ekosistem pelestarian kuliner Nusantara. Artis sekaligus ibu dua anak, Nirina Zubir juga mengaku mulai memperkenalkan makanan lokal pada anak-anak.

"Sekarang semua gampang diakses. Anak-anak harus lebih diperkenalkan pada kebesaran serta kekayaan Indonesia. Tidak hanya tempat-tempat indah tapi juga makanannya," tambah Nirina.

Memiliki darah Sumatera membuat Nirina sudah kenal berbagai bumbu-bumbu masakan sejak kecil. "Sekarang saya mulai memperkenalkan anak-anak dengan beragam hidangan tradisional di rumah dan juga mengajak mereka mencicip hidangan para legenda kuliner di berbagai kesempatan," pungkas ibu cantik ini.

(lus/odi)