Ken Albala Luncurkan Buku Referensi Makan Malam di 38 Negara

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 18 Apr 2016 19:40 WIB
Foto: istock Foto: istock
Jakarta - Buku karangan Ken Albala ini memberikan Anda referensi mengenai makan malam di berbagai negara. Mulai cara memasak, menyajikan hingga menikmatinya.

Buku ini juga menjelaskan bagaimana makanan serta intrinsik terkait dengan etnis, keluarga, dan tradisi waktu makan setiap daerah berbeda.

'At The Table, Food and Family around the world' merupakan sebuah buku referensi yang memberikan wawasan yang menarik bagaimana makan malam di berbagai negara di dunia. Isinya berupa gambaran, harfiah dan kiasan mengenai apa yang terjadi di meja makan yang terangkum dalam perpaduan narasi, foto dan berbagai resep.


Ken Albala adalah professor bidang sejarah dan direktur kajian makanan di University of the Pacific, California, Amerika Serikat. Ken juga dikenal sebagai penulis sekaligus editor 24 buku tentang makanan, termasuk monograf akademik, ensiklopedia, buku masak, terjemahan dan sejarah makanan populer.

Buku ini mengkaji semua aspek makan malam di lingkungan Internasional yang memungkinkan perbandingan wawasan lintas budaya dan pemahaman tentang dampak modernisasi dan globalisasi terhadap kebiasaan makan di berbagai negara.

Dalam buku terbitan Greenwood, ada 38 negara yang dibahas dalam buku ini. Mulai dari kebiasaan makan masa kini di Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika serta Amerika Utara dan Selatan.

Indonesia juga masuk dalam daftar buku ini. Tulisan mengenai Indonesia terwakili dari tulisan Amanda Katili Niode, selaku Ketua Omar Niode Foundation mengenai Makan Malam di Gorontalo yang mengisi 14 halaman buku At the Table.

Kajian tentang Gorontalo dilakukan oleh Amanda bersama Noor Sitoresmi, pemilik usaha kecil Gorontalo Food, Dive and Culture dan fotografer Donald Wahani.


Dalam buku ini, makan malam lebih diartikan sebagai "makan besar" atau waktu makan yang paling penting dalam keluarga. Sehingga tidak selalu berarti "dinner" yang secara teknis didefinisikan di negara-negara Barat karena makan utama atau makan besar mungkin saja dilakukan di siang hari.

Semua kontributor dari berbagai negara membahas segala sesuatu terkait makan malam. Seperti waktu yang dihabiskan, resep makanan, persiapan dan cara memasaknya, belanja bahan mentah, proses bersih-bersih, peran partisipasi berbasis gender, percakapan atau interaksi sosial lainnya di tempat makan dan etiket yang berlaku.

Secara universal "makan malam" adalah makan utama di sebagaian besar negara di seluruh dunia. Baik berupa hidangan sederhana dari beras dan kacang-kacangan, seiris pizza dimana saja atau makan malam resmi dengan beberapa tahap dimulai dari hidangan pembuka sampai dengan hidangan penutup.

Saat keluarga menikmati makanan utamanya, disinilah para anggota keluarga juga belajar tentang tata-cara, mendiskusikan aspirasi dan kekuatiran serta belajar berkomunikasi. Tanpa ada waktu makan bersama bukan tidak mungkin perilaku dan nilai-nilai positif dalam kehidupan berkeluarga gagal terbentuk.

"Saya merasa sangat terhormat dapat bergabung dalam jaringan kontributor professional buku ini yang dipimpin oleh Ken Albala seorang pakar kuliner yang termashur di bidangnya. Semoga dalam waktu dekat Indonesia dapat menerbitkan buku serupa yang berisi tentang segala hal terkait makan malam di seluruh provinsi di Indonesia," tutur Amanda Katili Niode yang juga merupakan Ambassador dari World Food Travel Association di Indonesia dalam release yang dikirim kepada detikFood (18/04).

Bagi Anda yang tertarik, buku ini bisa ditemukan di beberapa penjual buku online seperti Amazon yang dijual dengan harga $ 84.55 atau sekitar Rp 1.112.300. (msa/odi)