Festival sego cawuk yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi semakin dimeriahkab dengan kehadiran chef Aiko. Iapun berbagi beragam tips dan trik mempercantik sego sajian cawuk.
Dengan gaya khas chef Aiko, ia memperagakan bagaimana menyajikan sego cawuk dengan sentuhan profesional. Bumbu khas seperti daun serai ia bakar dan dipadu dengan belimbing sayur. Ia juga memperagakan mengulek sambal serai dengan cara tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berawal dari kuliner sederhana kaki lima, Chef Aiko menampilkan cara penyajian yang berbeda. Kuah pindang dan gurihnya kuah santan bercampur jagung bakar tak serta merta ia tumpahkan dalam satu piring. Namun memisahkannya dalam wadah lainnya supaya penikmat kuliner bisa merasakan kesan berbeda dalam setiap sruputan kuah yang dinikmati.
Satu persatu lauk pelengkap, mulai dari pepes ikan laut, telur pindang, teri dan semanggi ia ambil dengan menyawuk (diambil langsung dengan tangan tanpa bantuan sendok) dan ditata dalam sebuah piring miliknya.
"Di piring utama kita siram kuahnya sedikit saja, tapi kita beri kuahnya terpisah supaya bisa disesuaikan selera. Lebih cantik sajiannya dan ini bisa dihidangkan sebagai kuliner citarasa internasional," imbuh chef juara jebolan kompetisi masak tersebut.
Chef Aiko sama sekali tidak merubah citarasa khas yang sudah menjadi ciri dari sego cawuk. Rasa manis dan gurih paduan kemiri, kencur, gula jawa, belimbing sayur, serai dan daun jeruk tetap menjadi jati diri kuliner khas Banyuwangi tersebut.
Chef Aiko juga mengakui jika citarasa sego cawuk dari beberapa stan milik warung dan penjual kaki lima sudah sempurna. Meski begitu kreativitas penyajian perlu ditambah supaya sego cawuk bisa naik kelas.
"Citarasanya sudah enak, oke. Tidak mudah memasak dengan bahan dasar kemiri, tapi para pedagang sudah sangat mengerti bagaimana mengolahnya. Kreativitas bagus ya, cuma untuk cara penyajiannya yang perlu ditambah," pungkasnya.
Setelah hasil kreasi penyajian milik Chef Aiko selesai, ia tak canggung menyerahkannya pada Ipuk Festiandani, istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Saat menerima sajian itu, perempuan yang akrab disapa Dani tersebut serasa terkejut lantaran penyajiannya berubah lebih spesial.
"Wah tampilannya jadi lebih oke ya, seperti sajian makanan di restoran-restoran keren. Ini makanan lokal citarasa internasional," pungkas Dani.
Festival Sego Cawuk adalah bagian dari pengembangan wisata kuliner untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi. Festival Sego Cawuk digelar Sabtu, 9 April 2016, mulai pukul 08.00 WIB di Taman Blambangan.
Di festival ini, 170 peserta yang berasal dari para penjual sego cawuk, koki hotel, dan restoran serta masyarakat umum berlomba menampilkan Sego Cawuk yang berselera. Hasil olahan Sego Cawuk ini dinilai oleh Chef Aiko.
Sementara itu, selepas meresmikan dan mengunjungi stan festival sego cawuk, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dan Anas secara singkat juga berkunjung ke sisi art week dan agro expo yang lokasinya masih di Taman Blambangan.
Tak lama kemudian, rombongan Rizal Ramli bersama Anas bergegas menuju Minapolitan Pelabuhan Muncar untuk penyerahan bantuan stimulus kepada 1000 nelayan.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN