Sambal Pecel Kalengan dari Solo Ini Siap Berkompetisi Secara Global

Laporan dari Kuala Lumpur

Sambal Pecel Kalengan dari Solo Ini Siap Berkompetisi Secara Global

Lusiana Mustinda - detikFood
Minggu, 03 Apr 2016 16:23 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Berdiri sejak 20 tahun yang lalu, sambal pecel bu Jayus​ sudah populer di Solo. ​Dikemas dalam kaleng, sambal tradisional ini siap berkompetisi di pasar global.

​Ingin memperkenalkan produk sekaligus mencari investor asing, produk sambal pecel bu Jayus ha​dir di Malaysia Internasional Halal Showcase (MIHAS) 2016 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) yang sudah diselenggarakan pada 31 Maret hingga 2 April kemarin.

Dalam MIHAS 2016 ini, ada 50 usaha kelas menengah yang ikut serta dalam pameran halal internasional, salah satunya sambal pecel asal Solo ini.



​Sejak tahun 1990, sambal kacang racikan bu Jayus ini sudah mulai dipasarkan di Pasar Gading, Solo. Akan tetapi pengemasannya masih menggunakan plastik.

Berkat dukungan dari LIPI, Gunung Kidul, sambal tradisional ini dikemas dengan rapih dalam wadah kaleng. "Karena uji lab memerlukan biaya yang mahal, jadi saya bekerjasama dengan LIPI untuk melakukan pengembangan ​alat ​pengemasan produk ini," jelas Janu Wijayanto, Direktur Sambal Pecel Bu Jayus saat ditemui detikFood pada (01/03) di KLCC.

​Janu juga mengatakan bahwa jika kemasannya masih dalam plastik tidak akan bisa bertahan lama dan sangat sulit untuk bisa go internasional. Dengan cara pengemasan menggunakan kaleng, sambal ini dapat bertahan hingga satu tahun sedangkan jika hanya dikemas dalam plastik paling lama hanya bertahan dua hingga tiga bulan.



Pria yang sudah 9 tahun bekerja di salah satu bank swasta ini akhirnya resign dan fokus untuk meneruskan usaha yang sudah dirintis oleh ibunya. "Setelah ayah saya meninggal, ibu saya ingin sekali usahanya ada yang meneruskan. Dan akhirnya agar lebih fokus saya memutuskan untuk resign. Walaupun sejak masih kuliah di Universitas Gajah Mada saya sudah nyambi membantu ibu berjualan sambal ini," jelas pria yang akrab disapa Janu ini.

Untuk membuat kemasan kaleng ini butuh waktu yang lama. Uji cobanya sudah sejak tahun 2010 dan penandatanganan resmi​ dengan LIPI sudah sejak tahun 2015 lalu. Untuk satu kalengnya, sambal pecel Bu Jayus ini dijual dengan harga Rp 25.000. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membeli, Anda bisa menemukannya di gerai oleh-oleh yang berada di jalan Veteran Solo Kios No. 11-12 Pasar Gading atau dapat membeli secara online di www.bujayus.com.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads