Bertempat di Top Food, kemarin (9/03), Rowie Dillon pemilik Rowie’s Cakes berbagi pengalaman bersama beberapa pemerhati kuliner di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari acara Women In Global Business Indonesia (WIGBI).
Rowie’s Cakes merupakan toko kue yang berlokasi di Alexandria, New South Wales, Australia. Sesuai dengan slogannya ‘A kitchen that bakes wheat, yeast, dairy and gluten free’, Rowie mengkhususkan diri pada produk kue dan dessert bebas gandum, ragi dan gluten.
Pilihan produk ini bukan tanpa alasan. Pada tahun 1990 ia didiagnosa hyperactive thyroid. Meski sudah dioperasi ia juga didiagnosa menderita intoleran gluten dan produk susu. Rowie yang pernah bekerja sebagai TV Producer and a Creative Department Traffic Manager di sebuah perusahaan periklanan mengalami kecelakaan.
Luka bakar di tangannya membuatnya harus berjuang untuk memulihkan diri. Tak ada jalan lain kecuali menekuni hobinya memasak dan membuat kue. Iapun bereksperimen dengan berbagai bahan bebas gluten dan produk susu untuk dinikmati sendiri.
‘Sampai hari ini saya masih terus belajar dan melakukan uji coba berbagai jenis tepung dan bahan,’ demikian ujarnya. Hobinya kini berkembang menjadi Rowie’s Cakes dengan 36 karyawan.
Dalam semua produk kuenya selalu memakai bahan-bahan alami dan dilengkapi dengan informasi pada kemasan. Uraian mengenai bahan-bahan pembuatnya juga info tentang kandungan nutrisinya serta kategori yang jelas. Seperti Wheat free, yeast free, gluten free, dairy free, egg free dan nut free.
Jenis produknya terdiri dari Rowie’s Cakes Bikkies, Rowie’s Eat Me Range, Rowies’s Bikkie Range, Rowie’s Confectionery Range dan Rowie’s Seasonal Offerings. Dikemas dalam kotak dan potongan. Mualia tahun 2007, Rowie’s Cakes juga memasok kue-kuenya untuk perusahaan penerbangan Australia.
Apakah ada perbedaan rasa biskuit yang umumnya dibuat dari tepung selain terigu? Detikfood berkesempatan mencicipi The Melting Moment. Kue yang dibuat dari tepung beras dan mentega ini rasanya lembut renyah dan leleh di mulut. Lapisan icingnya memberi sentuhan legit.
Sementara kue Gooey Drk Choco & Orange Bikkies dicelupkan sebagian dalam cokelat leleh. Renyah gurih tepung beras merah terasa enak di lidah. Sedikit aroma jeruk membuat rasanya jadi makin enak.
Menciptakan resep dengan sejumlah kriteria bahan yang tak boleh dipakai bukan hal mudah. Apalagi tampilan dan rasanya harus mirip dengan kue-kue pada umumnya. Demikian juga saat berhadapan dengan konsumen yang belum tentu paham dengan bahan-bahan yang harus dipantangnya.
Rowie memberikan contoh saat harus menjelaskan ‘dairy product’ dan telur yang masih dipahami sebagian orang sebagai hal yang sama. ‘Padahal dairy product itu semua bahan dari produk susu atau dihasilkan sapi. Dan telur jelas dihasilkan oleh ayam’, jelas wanita berambut tembaga ini.
Rowie juga mengakui kecintaannya dengan beragam tepung. Secara khusus ia menyukai quinoa dan amaranth. Iapun membuat percobaan dengan beragam jenis tepung dari biji-bijian untuk mengenali tekstur dan sifatnya.
‘Tepung harus disentuh dengan jari, dirasakan teksturnya dan dipahami sifat mulurnya. Seperti ‘potato strach’ yang dibuat sari saripati kentang cocok untuk gorengan yang renyah. Sedangkan ‘potato flour’ lebih cocok untuk campuran kue karena lebih lembut.
Bagi Rowie memasak bukan hanya seni tetapi juga ilmu pengetahuan. Karenanya ia tak pernah berhenti bereksperimen dengan tepung. Bulan Juni nanti sebuah buku ‘The Power of Flour’ akan diterbitkan, setelah buku pertamuanya ‘Indulge’ sukses di pasaran.
Perkembangan gaya hidup perkotaan membuat banyak orang kini mengalami alergi gluten dan penyakit celiac atau gangguan saluran pencernaan. ‘Belakangan ini juga banyak orang menderita fructose intolerance atau alergi fruktosa (gula alami yang ada pada buah dan madu-red),’ tutup Rowie yang kini dijuluki ‘Queen of Gluten Free’.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN