Mampir ke Auckland, Jangan Lupa Beli Madu Manuka!

Nurvita Indarini - detikFood Kamis, 03 Mar 2016 11:53 WIB
Foto: Thinkstock/Detikcom Foto: Thinkstock/Detikcom
Jakarta - Oleh-oleh khas negeri kiwi ini bukan madu biasa. Selain dalam kemasan madu ini juga diolah dengan cokelat dan biskuit. Rasanya legit menggigit dan kaya nutrisi.​

Ya, madu manuka adalah madu yang sangat terkenal​ karena nutrisinya​. Manuka sendiri merupakan nama bunga yang terkenal di New Zealand. Nama ilmiahnya Leptospermum scoparium, merupakan bunga kecil-kecil berwarna putih dengan semburat merah jambu.



Jika Anda memasuki toko oleh-oleh di sepanjang Queen Street, Auckland, New Zealand, akan banyak menemukan produk madu manuka aneka merek. Tidak hanya dalam bentuk madu kemasan, madu juga diolah menjadi campuran cokelat dan biskuit. Selain itu, ada pula kosmetik seperti sabun, sampo maupun lo​s​ion yang menggunakan madu manuka.

​Madu yang kental dengan semburat cokelat ini memang dipercaya sebagai makanan kaya manfaat lantaran memiliki kandungan antibakterial. Penelitian menunjukkan semakin tinggi tingkat methylglyoxal (MGO), maka semakin kuat tingkat antibakterinya karena mampu membunuh sejumlah besar bakteri dan virus.

detikcom berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik pengolahan madu milik Manuka Health di Te Awamutu yang terletak di Distrik Waipa, New Zealand. Di pabrik tersebut, bisa dilihat bagaimana madu-madu 'mentah' disimpan dalam drum di dalam ruangan bersuhu 21-23 derajat Celcius.

"Madu pertama kali datang, langsung dibawa ke ruang penyimpanan madu. Di sini, madu diambil sampelnya dan dibawa ke lab untuk diketahui berapa kandungan MGO-nya," jelas Wayan Raimantera, Managing Director PT Elang Biru Indonesia Gemilang (distributor tunggal Manuka Health New Zealand di Indonesia).



Penelitian di laboratorium pun sangat simpel. Para petugas lab mengandalkan mesin ultra high performance liquid cromatography​. ​Mesin ini biasa digunakan untuk mengidentifikasi senyawa biokimia. Sehari-hari, mesin ini menganalisis ratusan sampel. Hanya butuh waktu sekitar empat menit untuk menganalisis MGO dari 2 mikroliter madu.

Selanjutnya, madu akan ditaruh di ruangan bersuhu 49 derajat Celcius agar mencair sehingga bisa lebih mudah dimasukkan ke dalam botol. Jika hendak dicampur bahan lain, misalnya green tea, maka proses dilakukan di sebuah drum berukuran besar yang bisa menampung isi dari 7 drum berkapasitas sekitar 300 kg.



"Di drum besar itu akan diaduk secara terus-menerus, selama 3-5 hari," terang Wayan. Setelah itu madu dialirkan ke ruangan ​steril ​sebelum dimasukkan ke dalam botol.

"Di sini lebih banyak dilakukan mesin. Karena itu karyawannya hanya sekitar 40 orang," imbuh Wayan.



Harga madu yang dijual di toko suvenir berbeda-beda tergantung kandungan dan mereknya. Rata-rata harga madu mulai dari Rp 380 ribu-an.

Pilihan oleh-oleh lain dari Negara Kiwi ini adalah cokelat ataupun permen rasa buah kiwi. ​Ada juga ​gantungan kunci ​dan ​ukiran kayu yang merupakan kerajinan tangan orang-orang Maori, penduduk asli New Zealand.

(msa/odi)