Dubes Amerika Optimis Beringer Wine Tetap Disukai Pasar Indonesia

Dubes Amerika Optimis Beringer Wine Tetap Disukai Pasar Indonesia

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Kamis, 25 Feb 2016 16:22 WIB
Foto: detikfood
Jakarta - Wine asal Napa Valley California ini sudah tak asing bagi penggemar wine Amerika. Menghadapi munculnya banyak wine dari berbagai negara, Beringer tetap optimis.

Kakak beradik Jacob dan Frederick Beringer mulai membuka winery pada tahun 1876 di Napa Valley California, Amerika. Pengalaman 140 tahun membuat Beringer mendapat tempat tersendiri di kalangan penggemar wine.

Namun, beberapa dekade belakangan bermunculan wine dari beragam wilayah di dunia, termasuk dari China. Ingin tetap mengukuhkan kehadiran di pasar Asia khususnya Indonesia, Beringer bersama kedutaan besar Amerika menggelar ‘Beringer Wine Dinner’ di JW Marriott Jakarta semalam (24/02).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turut hadir HE Robert Blake berserta Sofia sang istri dan brand ambassador Beringer Kristen Gridley serta Atase Pertanian, Tom Wright. Dalam sambutannya duta besar Amerika untuk Indonesia, Robert Blake menyatakan rasa optimisnya akan produk wine Amerika.

’Wine di Amerika diawali sejak Thomas Jefferson, presiden kedua Amerika yang dikenal sebagai pencinta wine. Ia mengenal wine dari Prancis saat menjadi dubes Prancis. Kini usahanya sudah terbukti dengan 4000 winery yang ada di Amerika sekarang. Pasar wine Amerika mencapai 10%, tentunya kami ingin lebih berkembang di tahun-tahun mendatang,’ ungkap Robert dalam sambutannya.



Acara wine dinner diawali dengan Beringer Classics Pinot Grigio 2013 yang ring dan segar dan Beringer Sparkling White Zinfadel beraroma fruity dengan warna rose menarik. Beragam small bites dengan aksen bit yang legit dan keju dipilih untuk mengiringi kesegaran dua wine ini.

Beringer Founders Estate Chardonnay 2013, white wine yang dibuat dari anggur dari berbagai daerah di Napa Valley ini punya dominion rasa asam segar apel hijau. Sedikit jejak aroma mentega dan semburat oak memberi rasa unik.



Wine ini sangat serasi mengiringi King Scallops Carpaccio. Sembilan iris scallop segar ditata apik di atas piring saji dengan sentuhan mayo tinta cumi, pasta kembang kol dan saus vinaigrette yang asam. Taburan memaran lada hitam memberi aksen pedas pada scallop yang empuk juicy ini.

Executive Chef Franscisco Holmes Brown, memilih pasta sebagai sajian kedua. Kali ini Lobster & Salmon ravioli. Disajikan dengan caviar, bayam blansir dan saus veloute seafood dengan aksen serai. Kelembutan saus dan renyahnya daging lobster berpadu serasi di mulut.



Santapan ini diiringi Beringer Napa Valley Chardonnay 2013 yang beraroma fruity dengan rasa asam segar citrus dan green apple. Rasa asam yang bertahan lama di mulut membilas jejak gurih saus dan lobster dengan baik.

Mengiringi hidangan utama ada dua jenis red wine yang dipilih. Beringer Founders’ Estate Cabernet Sauvignon 2013 dan Beringer Knights Valley Cabernet Sauvignon 2012. Keduanya punya karakter kuat yang dihasilkan dari anggur di Napa Valley.



Grilled Lamb Loin dalam bentuk potongan disajikan butternut squash yang dilumat, asparagus, green peas lumat dibentuk kepingan dan digoreng kering. Daging kambing dengan paduan manis labu ini berpadu dengan Beringer Founders’ Estate Cabernet Sauvignon 2013. Aroma berry yang kuat, sedikit aroma mint dan vanila membilas jejak daging kambing di mulut.

Sedangkan Beringer Knights Valley Cabernet Sauvignon 2012, red wine dari Kngiht Valley punya karakter mirip Bourdeaux. Selain aroma blackberry dan rempah juga ada semburat bunga lawang (pekak) yang cocok buat hidangan daging kambing.

Sajian pun ditutup dengan Cholate Fondant yang disajikan dengan mandarin orange shorbet yang ditaruh di atas hazelnut crumble. Rasa pekat dan legit cokelat dan dingin segar shorbet menjadi penutup yang sempurna santap malam ini.

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads