Korea Selatan Kalahkan Prancis dalam 'World Baking Championship 2016'

Korea Selatan Kalahkan Prancis dalam 'World Baking Championship 2016'

Maya Safira - detikFood
Senin, 15 Feb 2016 06:02 WIB
Foto; AFP
Jakarta - Prancis selama ini merajai kejuaraan pastry. Namun untuk pertama kalinya Korea Selatan menang dalam kompetisi World Baking Championship kalahkan Prancis.

AFP (13/02) melaporkan Korea berhasil mengalahkan tim pastry Prancis dalam World Baking Championship 2016 yang berlangsung di Paris minggu ini. Kemenangan pada kompetisi tahunan mirip Piala Dunia bidang baking tersebut baru pertama kali diraih Korea.

Tim Korea terdiri dari Chang-Min Lee, Jong-Ho Kim dan Yong-Joo Park. Ketiga pastry chef berhasil memukau juri dengan kreasi roti Challah dan Kanelbulle Swedia. Mereka pun menunjukkan improvisasi yang ahli dengan bahan kejutan untuk membuat roti. Seperti oatmeal, kapulaga, biji adas dan jeruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disamping itu, Korea menampilkan cara elegan dalam meracik bahannya jadi hasil pastry yang sukses. Misalnya memakai bunga jeruk, sirup aprikot, kopi dan kismis.

Namun yang paling menarik perhatian adalah kreasi bentuk pemanah di atas kuda. Ini sepenuhnya dibuat dari roti dengan hiasan pastry gurih dan burger mini.

Kemenangan Korea memang tidak berlebihan. Mengingat perkembangan jaringan bakery Korea yang kian berekspansi secara global.



Negara Asia lain yang menunjukkan talentanya dalam World Baking Championship adalah Taiwan. Tim dari Taiwan meraih posisi kedua di kompetisi ini. Sehingga mereka mampu mengungguli Prancis yang harus puas menjadi juara ketiga. Adapun terakhir kali Prancis memenangkan kompetisi pada tahun 2008.

Hasil kompetisi itu menunjukkan reputasi Asia sebagai kekuatan yang perlu diperhitungkan dalam dunia pastry. Negara Asia makin mampu menantang Prancis yang dikenal sebagai "leluhur" pastry dunia.

Sementara itu, tim lainnya yang berkompetisi dalam World Baking Championship termasuk Kanada, Amerika Serikat, China, Brazil, Mauritius, Jepang, Belanda, Rusia dan Turki.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads