Chef Tobie Puttock Tertantang Saat Masak Garang Asam Bumbung

Laporan dari Singapura​

Chef Tobie Puttock Tertantang Saat Masak Garang Asam Bumbung

Intan Kemala Sari - detikFood
Rabu, 09 Des 2015 13:57 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Lebih dari 20 tahun berprofesi sebagai Chef masakan Italia​.​ Chef Tobie Puttock mengaku ​dapat​ banyak pengalaman baru saat ​bersama ​Chef Rinrin Marinka membawakan acara ​'​Wonderful Indonesia Flavours​'​​.

​​Chef asal Australia bersama chef Rinrin mengunjungi ​Solo, Batam, Bandung, dan Raja Ampat, Chef Tobie sempat dibuat kagum oleh keragaman kuliner khas nusantara.

Saat ditemui di Bebek Tepi Sawah at Chijmes, Singapura, Senin, (7/12/2015), Chef yang mengawali kariernya di Caffe e Cucina Melbourne ini mengaku terkesan dengan hidangan Indonesia. Ada banyak bumbu rempah yang digunakan untuk membuat satu ​masakan.



​​T​erlebih lagi dengan metode memasak makanan Indonesia yang lebih rumit dan kompleks. Ia sering menerka-nerka berapa banyak bumbu yang digunakan untuk membuat satu masakan Indonesia.

Dari beberapa macam menu yang diolahnya​ untuk tayangan 'Wonderful Indonesia Flavours' ​garang asam bumbung menjadi makanan yang penuh tantangan baginya.

"Saya belum pernah melihat dan menemukan makanan yang dimasak dengan bambu selama menjadi seorang ​c​hef. Memasak makanan Solo itu (Garang Asam Bumbung) adalah tantangan untuk saya," katanya.

Berbagai macam proses yang harus dilewatinya untuk menjadikan hidangan tersebut layak dinikmati sesuai dengan rasa aslinya. Mulai dari menyiapkan bahan-bahannya seperti ayam fillet, tomat hijau, cabai merah​. Dicampur​ santan, gula merah, dan serai​. Kemudian dimasak​ hingga ayam terasa kenyal dan menyatu dengan bumbu-bumbu tersebut.

Beruntungnya, Chef Tobie sempat melihat cara pembuatan garang asam bumbung yang dilakukan oleh Chef di sebuah restoran di Solo. Awalnya ia sempat kaget saat ​c​hef tersebut mengeluarkan berbagai bahan makanan untuk membuat ayam.

"Saya kaget karena sang ​c​hef membawa lebih dari 20 bahan-bahan untuk diolah. Lebih kaget lagi ketika ​ia tahu​ bahan makanan tersebut hanya untuk satu resep saja. Padahal saya pikir bumbu-bumbu itu bisa digunakan untuk lima resep masakan," lanjutnya lagi.



Setelah mempelajari cara mengolah makanan khas Indonesia, Chef yang berteman baik dengan Jamie Oliver ini mulai menikmati proses pembelajaran tersebut. Ia ​mengolah makanan Indonesia dengan cara yang lebih sederhana namun tidak mengurangi penggunaan bumbu dan rempahnya.

Chef Tobie mengatakan bahwa dirinya adalah seseorang yang gemar untuk mengeksplor hal-hal baru, termasuk dalam masakan internasional yang belum pernah dicoba. Baginya, datang ke Indonesia untuk mengetahui kultur dan kuliner adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan sekaligus menantang jiwa petualangnya.

Dari empat kota yang didatanginya, Chef Tobie sangat takjub dengan keindahan alam di Raja Ampat yang menurutnya masih murni dan belum terjamah. Terlebih lagi makanan yang dibuatnya sedikit berbeda dengan makanan di kota-kota lain yang banyak disajikan dengan nasi​. K​arena masyarakat Papua​ ​mengonsumsi sagu sebagai makanan pokoknya.

Sedangkan Pulau Batam menurutnya adalah daerah terpencil yang banyak menyimpan keanekaragaman makanan laut yang bisa diolah​. ​Melalui tayangan ​'Wonderful Indonesian Flavours​'​ ini pula, Chef Tobie banyak mendapatkan inspirasi untuk mengolah kembali berbagai macam menu masakan Indonesia lainnya. Kini keinginannya untuk mengolah masakan Indonesia semakin besar.

"Saya ingin mendatangi kota-kota lainnya di Indonesia dan mencari tahu makanan apa yang menjadi kuliner khas setempat. Tidak ada kota spesifik yang mau saya kunjungi​. S​aya ingin pergi ke kota mana saja dan memasak hidangan khas kota tersebut," tutupnya.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads