Pelarangan dilakukan menyusul terjadinya wabah flu burung di barat daya Prancis. Komisi Eropa mengkonfirmasi peternakan ayam di Dordogne, tempat penghasil banyak foie gras dan produk unggas, terinfeksi galur H5N1.
Pemberhentian impor unggas dan burung hidup sudah berjalan efektif sejak 26 November lalu. Namun produk unggas Prancis yang dibuat sebelum 23 Oktober bisa diimpor ke Jepang karena ada masa inkubasi 3 minggu bagi virus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Jepang akan meniadakan larangan tersebut setelah 90 hari. Jika seluruh peternakan unggas di Prancis yang terkena wabah sudah memusnahkan ternaknya. Begitu juga dengan pemberlakukan prosedur sanitasi yang dibutuhkan.
"Kami akan mencabut larangan impor 90 hari setelah peternakan yang terinfeksi selesai memusnahkan unggas dan melakukan disinfeksi penuh," tambah pihak kementerian Jepang.
Menurut kelompok industri Prancis, selama 8 bulan pertama tahun ini, Jepang merupakan importir dunia terbesar untuk foie gras.
Prancis sendiri memproduksi 75 persen foie gras global. Ekspor foie gras mencapai 4.934 ton tahun lalu.
Selain Jepang, beberapa negara juga melarang impor produk unggas Prancis karena virus flu burung. Diantaranya Mesir, China, Algeria, Korea Selatan, Moroko, Thailand dan Tunisia.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN