Sukun, Singkong dan Ubipun Jadi Pendamping Steak yang Enak

Festival Steak Maranggi

Sukun, Singkong dan Ubipun Jadi Pendamping Steak yang Enak

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Minggu, 06 Des 2015 11:15 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Meskipun makanan barat, steak juga bisa diberi pelengkap produk lokal. Peserta Steak Maranggipun membuat kreasi unik!

Beefsteak umumnya disajikan dengan suas dan pelengkap berupa kentang sebagai sumber karbohidrat dan sayuran. Namun, kekayaan hasil bumi lokal Purwakarta berhasil diolah para peserta menjadi sajian yang unik.

Bumbu maranggi menjadi syarat wajib untuk membumbui steak. 75 peserta yang berasal dari pelajar SMP dan SMU dan SMK pun membuat sedikit kreasi unik. Ada yang menambahkan sedikit lada hitam yang dimemarkan dalam bumbu dan buah nanas yang diparut. Tentu saja ini membuat citarasa steak jadi unik.



Para pelajar ini juga kreatif membuat pelengkap steak dengan bahan lokal. Seperti mashed pototatoes yang diganti dengan ubi manis yang ditumbuk halus. Rasanya sedikit manis dan cocok jadi pendamping steak yang gurih.

Sementara itu french fries rupanya dianggap terlalu membosankan, beberapa pesertapun menggantinya dengan singkong. Singkong dipotong seukuran french fries lalu digoreng kering. Renyah dan tak kalah gurih dengan kentang.

Kreasi lainnya adalah perkedel sukun yang digoreng dengan balutan tepung panir. ‘Sukun kan lembut dan sedikit manis. Kami pilih buat ganti kentang,’ jelas peserta yang membuat kreasi ini.

Namun, ada juga beberapa catatan dari dewan juri yang terdiri dari Hj.Anne Ratna Mustika Mulyadi, Chef Aiko dan detikfood. Hampir semua peserta memakai tambahan MSG untuk membumbui steak-nya. ‘Padahal daging sapi sudah enak jadi ngga perlu MSG lagi,’ tutur chef Aiko yang mewakili dewan juri.



Selain itu juga pemilihan bagian daging sapi dan kambing masih belum semuanya tepat. Demikian juga dengan teknik memasaknya. ‘Ada yang memasak steak direbus dulu atau diiris tipis jadi kayak dendeng,’ tutur chef Aiko diiringi gelak tawa peserta.

‘Maklum saja ya mereka baru pertama kali masak steak. Juga mungkin ada yang belum pernah makan steak. Yang ditampilkan mereka sungguh sangat kreatif, ‘ komentar Hj.Anne Ratna Mustika Mulyadi, istri bupati Purwakarta.

Soal memotong daging steak, masih banyak peserta yang salah. Termasuk dalam pemilihan pisau steak. Beberapa kali ibu Bupati harus mengajari mereka memegang garpu dan pisau agar tepat memotong daging steak.



‘Kami mengakui banyak yang masih kurang. Tapi kreasi mereka sangat membanggakan. Dengan pengetahuan seadanya bisa menampilkan steak gaya restoran yang cantik,’ tutupnya.

Ada beberapa peserta terutama dari pelajar SMP yang sudah bisa membuat ‘plating’ rapi dan cantik. Potensi ini ke depannya akan lebih diasah dengan beragam program menarik. Apalagi Purwakarta punya daging kambing unggulan, domba garwa yang istimewa.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads