Dua tim juri akan melakukan penilaian. Tim juri Edomae dan Original sushi terdiri dari Masayoshi Kazato, ketua World Sushi Skills Institute, Tadashi Yamagato, ketua All Japan Sushi Association dan Hirotoshi Ogawa, dari World Sushi Skills Institute.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompetisi GSC pertama kali diadakan di Tokyo berlokasi di Marriot Tokyo. 186 peserta mendaftarkan diri dan tersisih 14 finalis.
Dalam acara pembukaan yang berlangasung di Marriot Tokyo tampak hadir para sponsor dan dewan juri.
Mr. Bjorn Erik Stabell dari Marketing Manager Norwegian Seafood Council menyatakan:
'Tokyo kota favorit saya dan kompetisi pertama diadakan di Tokyo. Semua chef yang jadi finalis adalah juara. Kami berharap mereka mendapat pengetahuan terbaik dalam mengolah seafood segar terutama salmon Norwegia'.
Sushi kini menjadi makanan global. Hal ini menjadi tantangan bagi asosiasi untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang sushi.
'Sangat penting menyebarluaskan tentang cara membuat sushi yang enak dan aman. Karena sushi memakai banyak seafood segar atau mentah. Selain itu bahan-bahan sushi seperti soya sauce, wasabi dan jahe juga dikenal di dunia,' demikian sambutan Yamagata dari All Japan Sushi Association.
Saat ini ada 20 ribu resto di dunia 90 persen tak punya pengetahuan mengolah sushi yang benar dan sehat.
Sementara itu ada 110 ribu sushi chef di dunia karena sushi sudah menjadi makanan global. Sushi Jepang tetap harus mempertahankan orisinalitasnya. Finalis diharapkan mau menyebarkan pengetahuannya di negara masing-masing.
Lomba sesi pertama dimulai dengan grup pertama 5 orang chef membuat edomae sushi dalam 10 menit.
Dalam pantau detikfood, Chef Slamet Basuki tampak dengan tenang menyelesaikan sesi ini tepat waktu. Sajian sushinya diakhiri dengan 'sasa making'. Irisan daun bambu dengan pola cantik.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN